Harga Plastik Melonjak, Konsumsi Plastik Kemasan Indonesia Capai 31%

Senin, 20 April 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Harga Plastik Melonjak, Konsumsi Plastik Kemasan Indonesia Capai 31%
Konsumsi Plastik Menurut Jenis Produk, 2025

Konflik geopolitik di Timur Tengah yang terus meluas mulai berdampak pada industri petrokimia global, termasuk Indonesia. Gangguan pasokan nafta, bahan baku utama dalam produksi plastik, memicu kelangkaan dan mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan di dalam negeri. Kondisi ini terjadi karena ketergantungan pasokan nafta dari negara-negara Timur Tengah.

Kementerian Perdagangan menyebut bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor nafta masih cukup tinggi, sehingga setiap gangguan pasokan langsung berdampak pada sektor industri. Ketidakstabilan ini membuat industri plastik domestik menghadapi tekanan, terutama dari sisi biaya produksi yang meningkat akibat lonjakan harga bahan baku.

Di sisi lain, permintaan plastik di Indonesia masih cukup besar. OECD dalam laporan bertajuk ‘Regional Plastics Outlook for Southeast and East Asia’ pada 2025 mengungkapkan bahwa penggunaan plastik terbesar di Indonesia berasal dari sektor kemasan, yakni mencapai 31% dari total konsumsi plastik. Selain itu, sektor tekstil dan transportasi masing-masing menyumbang 17% dan 14% terhadap total konsumsi.

Konsumsi Plastik Menurut Jenis Produk, 2025 - (OECD/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
Konsumsi Plastik Menurut Jenis Produk, 2025 - (OECD/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Sementara itu, konsumsi plastik pada produk konsumer dan konstruksi tercatat sebesar 11% dan 7%. Adapun konsumsi plastik pada elektronik dan mesin serta ban kendaraan masing-masing di bawah 10% dari total penggunaan plastik. Struktur permintaan ini menunjukkan bahwa gangguan pasokan plastik berpotensi berdampak luas ke berbagai sektor industri di Indonesia.

Data Terkait

harga-minyak-kian-melambung-negara-asean-hadapi-kerentanan-fiskal
Ekonomi

Harga Minyak Kian Melambung, Negara ASEAN Hadapi Kerentanan Fiskal

Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan tekanan inflasi dan fiskal di ASEAN. Thailand, Laos, dan Kamboja menjadi negara paling rentan.

6 jam yang lalu

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

12 jam yang lalu

kenaikan-harga-bahan-baku-bayangi-pemulihan-industri-petrokimia
Ekonomi

Kenaikan Harga Bahan Baku Bayangi Pemulihan Industri Petrokimia

Krisis Timur Tengah mendorong kenaikan harga petrokimia yang berpotensi menekan industri, padahal kinerja sektor ini mulai menunjukkan pemulihan.

20 Apr 2026

harga-plastik-terbang-tinggi-industri-masuk-fase-ganti-harga
Internasional

Harga Plastik Terbang Tinggi, Industri Masuk Fase ‘Ganti Harga’

Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah.

16 Apr 2026

tren-kendaraan-listrik-global-menguat-norwegia-pimpin-populasi-97
Ekonomi

Tren Kendaraan Listrik Global Menguat, Norwegia Pimpin Populasi 97%

Krisis geopolitik dorong harga minyak dan percepat transisi energi. RI fokus kembangkan EV dan EBT, saat 8 negara sudah punya populasi EV di atas 50%.

14 Apr 2026

beban-impor-energi-tekan-ri-sawit-berpotensi-dorong-kemandirian-energi
Ekonomi

Beban Impor Energi Tekan RI, Sawit Berpotensi Dorong Kemandirian Energi

Tingginya harga minyak dan ketergantungan impor dapat membebani ekonomi RI. Industri sawit berpotensi jadi solusi untuk mendorong kemandirian energi nasional.

10 Apr 2026