Konflik bersenjata di wilayah Papua kembali memakan korban jiwa dari pihak TNI dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Insiden terbaru terjadi pada 22 Maret 2026 di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, saat KKB menghadang patroli Satgas Koops Habema. Kontak senjata tersebut mengakibatkan Prada Marinir AS dan Prada Marinir ES gugur, sementara Kopda Marinir ES dalam kondisi kritis. Selain jatuhnya korban, kelompok penyerang juga merampas 2 pucuk senjata api laras panjang sebelum melarikan diri ke hutan.
Serangan serupa terjadi di Mimika pada 11 Februari 2026, di mana pelaku yang menyamar sebagai penumpang menyerang anggota TNI menggunakan sangkur hingga menewaskan Sertu Arifin Cepa. Sepanjang tahun 2025, aksi kekerasan juga tercatat di Intan Jaya dan Teluk Bintuni. Pratu Anumerta Yahya gugur di Distrik Sugapa pada 8 Agustus 2025 akibat luka tembak di dada dalam bentrokan dengan kelompok pimpinan Joshua Maiseni. Sementara itu, Praka Amin Nurohman dari Satgas Yonif 410/Alugoro gugur saat bertugas di Moskona Utara pada 11 Oktober 2025.
Rentetan kekerasan ini diawali pada 5 Januari 2024 di Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan Sertu Afriadi sebagai korban pertama serangan di tahun tersebut. Dalam sebagian besar insiden, kelompok bersenjata tidak hanya melakukan penyerangan mendadak yang mematikan, tetapi juga berupaya merampas persenjataan milik prajurit. Lokasi kejadian yang tersebar mulai dari wilayah pegunungan hingga pesisir menunjukkan tantangan keamanan yang masih sangat dinamis bagi aparat di lapangan.