Rentetan Aksi Kekerasan KKB dan OPM Terhadap Prajurit TNI

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:42 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rentetan Aksi Kekerasan KKB dan OPM Terhadap Prajurit TNI
Rentetan Aksi Kekerasan KKB dan OPM Terhadap Prajurit TNI

Konflik bersenjata di wilayah Papua kembali memakan korban jiwa dari pihak TNI dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Insiden terbaru terjadi pada 22 Maret 2026 di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, saat KKB menghadang patroli Satgas Koops Habema. Kontak senjata tersebut mengakibatkan Prada Marinir AS dan Prada Marinir ES gugur, sementara Kopda Marinir ES dalam kondisi kritis. Selain jatuhnya korban, kelompok penyerang juga merampas 2 pucuk senjata api laras panjang sebelum melarikan diri ke hutan.

Serangan serupa terjadi di Mimika pada 11 Februari 2026, di mana pelaku yang menyamar sebagai penumpang menyerang anggota TNI menggunakan sangkur hingga menewaskan Sertu Arifin Cepa. Sepanjang tahun 2025, aksi kekerasan juga tercatat di Intan Jaya dan Teluk Bintuni. Pratu Anumerta Yahya gugur di Distrik Sugapa pada 8 Agustus 2025 akibat luka tembak di dada dalam bentrokan dengan kelompok pimpinan Joshua Maiseni. Sementara itu, Praka Amin Nurohman dari Satgas Yonif 410/Alugoro gugur saat bertugas di Moskona Utara pada 11 Oktober 2025.

Rentetan kekerasan ini diawali pada 5 Januari 2024 di Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan Sertu Afriadi sebagai korban pertama serangan di tahun tersebut. Dalam sebagian besar insiden, kelompok bersenjata tidak hanya melakukan penyerangan mendadak yang mematikan, tetapi juga berupaya merampas persenjataan milik prajurit. Lokasi kejadian yang tersebar mulai dari wilayah pegunungan hingga pesisir menunjukkan tantangan keamanan yang masih sangat dinamis bagi aparat di lapangan.

Kasus Penembakan TNI oleh KKB & OPM - (Berbagai sumber/DATASATU)
Kasus Penembakan TNI oleh KKB & OPM - (Berbagai sumber/DATASATU)

Data Terbaru

distribusi-daging-kurban-masih-timpang-di-berbagai-wilayah-indonesia
Sosial Budaya

Distribusi Daging Kurban Masih Timpang di Berbagai Wilayah Indonesia

Indonesia mencatatkan ketimpangan distribusi daging kurban. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 343 wilayah memiliki tingkat distribusi di bawah 80%.

3 jam yang lalu

ekonomi-kurban-nasional-masih-terkonsentrasi-di-pulau-jawa
Sosial Budaya

Ekonomi Kurban Nasional Masih Terkonsentrasi di Pulau Jawa

Nilai ekonomi kurban tahun 2026 masih terpusat di Jawa, yakni mencapai Rp 21,42 triliun atau hampir 80% dari angka nasional.

3 jam yang lalu

potensi-ekonomi-kurban-2026-diproyeksikan-turun-jadi-rp-2689-triliun
Sosial Budaya

Potensi Ekonomi Kurban 2026 Diproyeksikan Turun Jadi Rp 26,89 Triliun

Nilai ekonomi kurban diproyeksi turun 0,77% yoy menjadi Rp 26,89 triliun pada 2026 seiring penurunan jumlah pekurban dan hewan kurban.

4 jam yang lalu

deretan-satgas-era-pemerintahan-presiden-prabowo-dari-hilirisasi-hingga-mitigasi-phk
Ekonomi

Deretan Satgas Era Pemerintahan Presiden Prabowo: Dari Hilirisasi hingga Mitigasi PHK

Presiden Prabowo Subianto membentuk sejumlah satuan tugas (satgas) lintas kementerian dan lembaga untuk menangani berbagai sektor strategis. Satgas yang dibentuk mencakup percepatan hilirisasi industri dan ketahanan energi, penertiban kawasan hutan, percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, hingga rehabilitasi pascabencana dan mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

9 jam yang lalu

skandal-pemalsuan-riset-global-oknum-periset-indonesia-terbongkar
Hukum & Keamanan

Skandal Pemalsuan Riset Global Oknum Periset Indonesia Terbongkar

Dunia akademik internasional diguncang oleh skandal fabrikasi data dan manipulasi identitas sistematis yang melibatkan oknum periset mandiri asal Indonesia.

11 jam yang lalu

wabah-ebola-meningkat-di-afrika-pbb-tingkatkan-penanganan-darurat
Kesehatan

Wabah Ebola Meningkat di Afrika, PBB Tingkatkan Penanganan Darurat

Penyebaran wabah virus Ebola jenis Bundibugyo di kawasan Afrika kian mengkhawatirkan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) sebagai pusat episentrum.

13 jam yang lalu