Defisit Terus Melebar, Begini Hubungan Dagang Indonesia-Singapura

Senin, 2 November 2026 | 19:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Defisit Terus Melebar, Begini Hubungan Dagang Indonesia-Singapura
Neraca Dagang Indonesia-Singapura, 2025-2026

Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persoalan kabut asap hingga pasokan gas alam. 

Ketegangan tersebut turut menjadi perhatian setelah pemerintah Indonesia berencana memangkas ekspor gas bumi melalui pipa ke Singapura sebesar 31 BBTUD, yang berasal dari lapangan Natuna sebesar 15 BBTUD dan Sumatra 16 BBTUD.

Singapura selama ini menjadi salah satu negara tujuan utama perdagangan Indonesia. Melansir data Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai ekspor Indonesia ke Singapura sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$ 8,37 miliar. 

Ekspor nonmigas tercatat sebesar US$ 5,97 miliar, tetapi mengalami penurunan 3,71% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, ekspor migas mencapai US$ 2,93 miliar atau meningkat 16,27% yoy.

Di sisi perdagangan, Indonesia justru mengalami defisit dengan Singapura sebesar US$ 6,18 miliar selama Januari-Agustus 2026. 

Nilai tersebut melonjak 73,99% yoy, terutama seiring meningkatnya impor migas yang selama ini masih diandalkan Indonesia dari negara tersebut.

Melansir data Kemendag, impor migas Indonesia dari Singapura mencapai US$ 8,49 miliar pada Januari-Agustus 2026 atau naik 34,76% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada saat bersamaan, impor nonmigas juga meningkat 11,60% yoy menjadi US$ 6,06 miliar, sementara ekspor nonmigas justru mengalami penurunan.

Neraca Dagang Indonesia-Singapura, 2025-2026 - (Kementerian Perdagangan/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)
Neraca Dagang Indonesia-Singapura, 2025-2026 - (Kementerian Perdagangan/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)

Rencana pengurangan pasokan gas dan meningkatnya defisit perdagangan berpotensi menambah tantangan dalam hubungan ekonomi kedua negara. 

Jika tidak dikelola melalui komunikasi dan kesepakatan bilateral, ketegangan dapat memengaruhi kepastian pasokan energi serta kelancaran perdagangan. 

Karena itu, diplomasi ekonomi perlu diperkuat guna menjaga stabilitas kerja sama antar dua negara, terutama dalam komoditas energi.

Data Terkait

ri-singapura-bentuk-satgas-karhutla-untuk-tutup-celah-hukum
Hukum & Keamanan

RI-Singapura Bentuk Satgas Karhutla untuk Tutup Celah Hukum

Pemerintah Indonesia dan Singapura resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bersama Penanganan karhutla guna memperkuat penanganan darurat lingkungan.

3 hari yang lalu

menelusuri-hubungan-indonesiasingapura-di-berbagai-bidang
Ekonomi

Menelusuri Hubungan Indonesia–Singapura di Berbagai Bidang

Indonesia dan Singapura terus memperkuat hubungan bilateral melalui kerja sama di bidang lingkungan hidup, pertahanan, ekonomi, investasi, sumber daya manusia, transportasi, agribisnis, energi, dan teknologi.

29 Okt 2026

lima-indikator-ketegangan-hubungan-bilateral-indonesia-dan-singapura
Internasional

Lima Indikator Ketegangan Hubungan Bilateral Indonesia dan Singapura

Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura memasuki fase menegangkan dalam beberapa pekan terakhir.

28 Okt 2026

singapura-menjadi-negara-dengan-paspor-terkuat-di-dunia
Internasional

Singapura Menjadi Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia

Singapura resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang paspor paling kuat di dunia, menurut laporan Henley Passport Index 2026.

23 Jul 2026

blok-masela-mulai-dibangun-di-tengah-melemahnya-ekspor-gas-indonesia
Ekonomi

Blok Masela Mulai Dibangun di Tengah Melemahnya Ekspor Gas Indonesia

Groundbreaking Blok Masela diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan ekspor LNG Indonesia yang dalam satu dekade terakhir cenderung merosot.

20 Jul 2026

surplus-dagang-ri-kian-menipis-sektor-migas-picu-lonjakan-impor
Ekonomi

Surplus Dagang RI Kian Menipis, Sektor Migas Picu Lonjakan Impor

Lonjakan impor Indonesia sebesar 22,49% yoy pada April 2026, terutama impor migas yang naik 82,52%, membuat surplus dagang menyusut menjadi US$ 89,1 juta.

5 Jun 2026