Peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Blok Masela menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Di dalam kawasan Blok Masela terdapat Lapangan Gas Abadi (LNG Field) yang berlokasi di Laut Arafura, selatan Pulau Masela, Maluku.
Melansir data Kementerian ESDM, proyek ini akan menjadi salah satu sumber pasokan gas nasional yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar energi global.
Kementerian ESDM menjelaskan, hasil produksi Blok Masela akan dialokasikan untuk pasar domestik dan ekspor. Adapun sebanyak 40% produksi gas dari Blok Masela diprioritaskan untuk sektor ekspor nasional, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Melansir data Kementerian ESDM, Indonesia merupakan salah satu eksportir LNG dan gas pipa. Namun, kinerja ekspor kedua komoditas tersebut mengalami penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir. Ekspor LNG turun 43,1% menjadi 0,20 miliar MMBTU pada 2024. Sementara itu, ekspor gas pipa juga menurun 40,5% menjadi 0,50 miliar MMBTU pada 2024.
Meski demikian, ekspor gas pipa menunjukkan tren pemulihan dalam empat tahun terakhir setelah sempat terkoreksi 15,69% pada 2022 menjadi 0,43 miliar MMBTU dari 0,51 miliar MMBTU pada 2020. Di sisi lain, ekspor LNG kembali mencatat pertumbuhan positif pada 2024 dengan kenaikan 11,11% secara tahunan (year-on-year) dari 0,18 miliar MMBTU pada 2023 menjadi 0,20 miliar MMBTU.
Beroperasinya Blok Masela diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi gas nasional sehingga dapat meningkatkan volume ekspor LNG dan gas pipa dalam beberapa tahun mendatang.