IDS 2026 : Indonesia Produksi Emas Lebih dari 100 Ton per Tahun, Penguatan Ekosistem Bulion Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:20 WIB

W
Penulis: Wiendy Hapsari | Editor: WH
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
IDS 2026 : Indonesia Produksi Emas Lebih dari 100 Ton per Tahun, Penguatan Ekosistem Bulion Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

RANGKUMAN

The Golden Blueprint: Building Bullion Ecosystem for National Economic Resilience

Special Session B.2

BeritaSatu Room

Jakarta, 08 Oktober 2026

Speakers: 

1. Kadek Eva Suputra - Executive Vice President PT Pegadaian (Persero)

2. Zulfal Faradis - Head of Business Unit Commodity ICDX 

3. Handi Irawan - Co-Founder Laku Emas Indonesia

Indonesia Produksi Emas Lebih dari 100 Ton per Tahun, Penguatan Ekosistem Bulion Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

Jakarta – Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri emas nasional dengan produksi mencapai lebih dari 100 ton per tahun. Namun, besarnya produksi tersebut masih dihadapkan pada tingginya ketergantungan impor emas batangan yang pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 4,8 miliar atau sekitar Rp 85 triliun.

Kondisi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam diskusi bertajuk The Golden Blueprint: Building Bullion Ecosystem for National Economic Resilience, yang diselenggarakan dalam Special Session B.2 di BeritaSatu Room, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Diskusi menghadirkan Executive Vice President PT Pegadaian (Persero) Kadek Eva Suputra, Head of Business Unit Commodity ICDX Zulfal Faradis, dan Co-Founder Laku Emas Indonesia Handi Irawan.

Para pembicara menekankan pentingnya membangun ekosistem bulion nasional yang terintegrasi, mulai dari sektor pertambangan, pemurnian, manufaktur, lembaga keuangan, hingga perdagangan dan distribusi emas kepada masyarakat.

Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan menyusun peta jalan pengembangan ekosistem bulion nasional periode 2026–2031. Tahap awal pada 2026–2027 difokuskan pada peletakan fondasi dasar penguatan industri.

Pembentukan Indonesian Bullion Market Association (IBMA) juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi seluruh pelaku industri emas sekaligus menjadi mitra strategis regulator.

Pegadaian Dorong Emas Masyarakat Menjadi Aset Produktif

Dalam pengembangan ekosistem bulion, Pegadaian memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepemilikan emas masyarakat dan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

Melalui layanan bank bulion, emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dimobilisasi menjadi aset produktif untuk mendukung pembiayaan modal kerja industri manufaktur dan perhiasan.

Salah satu instrumen yang dikembangkan adalah deposito emas. Melalui produk tersebut, masyarakat berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga emas sekaligus mendapatkan imbal hasil dari simpanannya.

Emas yang dihimpun kemudian dapat disalurkan kembali untuk mendukung kegiatan industri sehingga menciptakan efek berganda terhadap perekonomian nasional.

Pegadaian juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan emas melalui digitalisasi. Aplikasi Tring tercatat berhasil menarik lebih dari 7 juta pengguna dalam kurun waktu satu tahun.

Selain memberikan akses investasi, layanan Pegadaian memungkinkan masyarakat memperoleh likuiditas melalui penjualan maupun gadai emas untuk berbagai kebutuhan tanpa harus selalu melepaskan kepemilikan asetnya.

Pasar Emas Fisik Digital Tembus Rp 100 Triliun

Dari sisi infrastruktur perdagangan, Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) berperan dalam membangun sistem perdagangan dan kliring untuk memperkuat likuiditas pasar emas nasional.

ICDX juga menyediakan instrumen derivatif emas yang dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk kebutuhan lindung nilai atau hedging.

Perkembangan perdagangan emas fisik digital menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna terdaftar mencapai 19,2 juta per September 2026, sementara nilai akumulasi ekosistem industri emas fisik digital telah melampaui Rp 100 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut didukung mekanisme perlindungan konsumen melalui prinsip 1:1 backing, yakni setiap pembelian emas digital harus didukung oleh ketersediaan emas fisik dalam jumlah yang setara.

Emas fisik disimpan di depositori terakreditasi dengan pengawasan Bappebti dan lembaga kliring. Apabila pedagang tidak memenuhi kecukupan stok fisik, lembaga kliring dapat memberikan peringatan hingga penghentian sementara aktivitas perdagangan.

Pengembangan bursa emas yang terintegrasi juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya harga emas domestik yang lebih independen, transparan, likuid, dan kredibel.

Investasi Emas Semakin Terjangkau, Gen Z Jadi Pasar Potensial

Sementara itu, perkembangan platform digital turut memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas, termasuk bagi kelompok berpenghasilan terbatas dan generasi muda.

Melalui layanan digital, masyarakat dapat mulai membeli emas dengan nominal relatif kecil, seperti Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

Laku Emas Indonesia mengembangkan integrasi layanan digital dan jaringan ritel fisik melalui konsep online-to-offline (O2O). Layanan ini memungkinkan pengguna menukarkan emas digital menjadi emas fisik melalui jaringan lebih dari 170 toko ritel, termasuk Frank & co. dan The Palace.

Meski tersedia fasilitas penukaran fisik, lebih dari 95% pengguna tercatat lebih memilih menyimpan aset emas mereka dalam bentuk digital.

Dari sisi demografi, pasar emas fisik digital didominasi generasi milenial dan Gen Z. Sekitar 32% pengguna berasal dari kelompok Gen Z. Di Pegadaian, pertumbuhan nasabah Gen Z bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan.

Kondisi ini menunjukkan semakin besarnya peran generasi muda dalam mendorong perkembangan pasar emas digital di Indonesia.

Emas Dinilai Mampu Menjaga Nilai Kekayaan Jangka Panjang

Dalam diskusi tersebut, emas juga dipandang sebagai salah satu instrumen untuk mempertahankan nilai kekayaan atau wealth preservation dalam jangka panjang.

Berdasarkan simulasi historis yang dipaparkan dalam forum, investasi emas sebesar Rp 100 juta sejak 25 tahun lalu berkembang menjadi sekitar Rp 2,65 miliar pada 2026, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sekitar 14%.

Sebagai perbandingan dalam simulasi yang sama, investasi saham dengan modal awal Rp 100 juta berkembang menjadi sekitar Rp 1,55 miliar, di luar dividen. Sementara itu, dana yang disimpan dalam tabungan perbankan biasa berkembang menjadi sekitar Rp 400 juta.

Para panelis juga menekankan pentingnya generasi muda memiliki tujuan keuangan yang jelas, memulai investasi sesuai kemampuan, serta konsisten menyisihkan dana secara berkala.

Untuk diversifikasi kekayaan, para pembicara merekomendasikan alokasi investasi emas sekitar 5% hingga 15% dari total portofolio.

Secara keseluruhan, penguatan ekosistem bulion nasional dinilai tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses investasi masyarakat, tetapi juga dengan upaya mengoptimalkan pemanfaatan produksi emas domestik, memperkuat pembiayaan industri, dan mengembangkan infrastruktur perdagangan.

Sinergi antara industri pertambangan, lembaga keuangan, bursa komoditas, dan platform digital menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem emas yang mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Data Terkait

ids-2026-transformasi-digital-industri-keuangan-bsi-dan-pluang-perkuat-inovasi-berbasis-ai
Ekonomi

IDS 2026 : Transformasi Digital Industri Keuangan, BSI dan Pluang Perkuat Inovasi Berbasis AI

Transformasi digital semakin menjadi faktor penting dalam pengembangan ekosistem keuangan Indonesia. Perbankan, platform investasi digital, hingga institusi pendidikan terus memperkuat inovasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI),

49 menit yang lalu

ids-2026-integrasi-infrastruktur-jadi-kunci-pertumbuhan-ekonomi-danantara-didorong-satukan-ekosistem-logistik
Ekonomi

IDS 2026 : Integrasi Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Danantara Didorong Satukan Ekosistem Logistik

Integrasi pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

20 jam yang lalu

ids-2026-pemerintah-targetkan-ekonomi-tumbuh-6-pada-2027-perkuat-hilirisasi-hingga-industri-ai
Ekonomi

IDS 2026 : Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027, Perkuat Hilirisasi hingga Industri AI

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6%, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari percepatan hilirisasi, reformasi regulasi, penguatan industri padat karya, hingga pengembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

21 jam yang lalu

ekonomi-asia-melambat-diterpa-badai-ketidakpastian-global
Ekonomi

Ekonomi Asia Melambat Diterpa Badai Ketidakpastian Global

Ketidakpastian global memicu perlambatan PDB Asia hingga 2027 dan membekukan serapan tenaga kerja, meski ekonomi Indonesia diproyeksi tetap solid di kisaran 5%.

28 Sep 2026

imf-proyeksikan-pertumbuhan-ekonomi-global-melambat-ke-31-di-2026
Ekonomi

IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat ke 3,1% di 2026

Laporan terbaru IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia atau World Output melambat dari 3,4% pada 2025 menjadi 3,1% pada 2026.

28 Sep 2026

investasi-hilirisasi-tumbuh-kesiapan-tenaga-kerja-masih-jadi-tantangan
Ekonomi

Investasi Hilirisasi Tumbuh, Kesiapan Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan

Investasi hilirisasi naik 43,2% menjadi Rp 584,1 triliun pada 2025, tetapi kesiapan tenaga kerja menjadi tantangan.

25 Sep 2026