Dua Tahun Prabowo-Gibran: Industri Pengolahan Masih Jadi Penopang Utama PDB

Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Industri Pengolahan Masih Jadi Penopang Utama PDB
Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,78% terhadap PDB pada kuartal II-2026. Namun, pertumbuhannya melambat menjadi 4,52%. Di sisi lain, kontribusi pertanian meningkat dari 9,99% pada kuartal IV-2024 menjadi 11,91% pada kuartal II-2026, sementara pertambangan turun dari 7,58% menjadi 6,43%.

Industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia hingga Semester I-2026. Berdasarkan struktur PDB menurut lapangan usaha, kontribusi industri pengolahan berada di kisaran 19,78–20,45% sepanjang periode Desember 2024 hingga Juni 2026. Pada Triwulan II-2026, industri pengolahan menyumbang 19,78% terhadap PDB nasional, sekaligus menjadi sektor dengan porsi terbesar dalam struktur ekonomi. Namun, dari sisi pertumbuhan, kinerjanya melambat menjadi 4,52%, dibandingkan 5,04% pada Triwulan I-2026.

Posisi industri pengolahan menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Meski kontribusinya relatif stabil di sekitar 20%, porsinya pada Juni 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 20,39%. Dengan demikian, dominasi industri pengolahan dalam struktur PDB tetap terjaga, meskipun pertumbuhannya menghadapi perlambatan.

Di posisi kedua, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi 13,13% terhadap PDB pada Triwulan II-2026. Kontribusinya relatif stabil dalam periode pengamatan, berada di kisaran sekitar 13%. Stabilnya porsi perdagangan mencerminkan besarnya peran aktivitas distribusi dan transaksi barang serta jasa dalam menopang perekonomian domestik.

Sementara itu, sektor pertanian menunjukkan peningkatan kontribusi yang cukup terlihat. Pada Desember 2024, pertanian menyumbang 9,99% terhadap PDB, kemudian meningkat menjadi 11,91% pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan Desember 2025 yang sebesar 9,97%, kontribusinya pada Juni 2026 meningkat hampir 2 poin persentase. Perubahan tersebut antara lain berkaitan dengan karakteristik musiman sektor pertanian, sehingga perbandingan antartriwulan perlu mempertimbangkan pola produksi sepanjang tahun.

Di sisi lain, kontribusi sektor pertambangan mengalami penurunan. Pada Desember 2024, pertambangan dan penggalian menyumbang 7,58% terhadap PDB. Angka tersebut turun menjadi 6,43% pada Juni 2026. Artinya, dalam periode tersebut porsi pertambangan terhadap struktur PDB berkurang sekitar 1,15 poin persentase.

Sektor konstruksi juga menjadi salah satu kontributor utama, meskipun porsinya relatif stabil di sekitar 9–10%. Kontribusinya mencapai 9,45% pada Juni 2026, turun dari 10,12% pada Desember 2024. Sektor ini tetap memiliki peran penting karena berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur, investasi, properti, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Secara keseluruhan, struktur PDB Indonesia hingga Juni 2026 masih menunjukkan dominasi sektor industri pengolahan, disusul perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Namun, terdapat perubahan komposisi dibandingkan akhir 2024. Kontribusi pertanian meningkat, sedangkan porsi pertambangan dan konstruksi cenderung menurun. Industri pengolahan sendiri relatif bertahan di sekitar 20% meskipun kontribusinya sedikit menurun menjadi 19,78% pada Juni 2026.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia tetap bertumpu pada sektor industri dan perdagangan, sementara pertanian semakin mengambil porsi lebih besar dalam struktur PDB pada 2026. Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan industri pengolahan menjadi perhatian karena sektor tersebut merupakan penyumbang PDB terbesar. Penguatan industri pengolahan menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan aktivitas manufaktur.

Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,78% terhadap PDB pada kuartal II-2026. Namun, pertumbuhannya melambat menjadi 4,52%. Di sisi lain, kontribusi pertanian meningkat dari 9,99% pada kuartal IV-2024 menjadi 11,91% pada kuartal II-2026, sementara pertambangan turun dari 7,58% menjadi 6,43%. - (BPS/DATASATU)
Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,78% terhadap PDB pada kuartal II-2026. Namun, pertumbuhannya melambat menjadi 4,52%. Di sisi lain, kontribusi pertanian meningkat dari 9,99% pada kuartal IV-2024 menjadi 11,91% pada kuartal II-2026, sementara pertambangan turun dari 7,58% menjadi 6,43%. - (BPS/DATASATU)

Data Terkait

mesin-pertumbuhan-dua-tahun-prabowo-gibran
Ekonomi

Mesin Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran

Perekonomian Indonesia tetap tumbuh di kisaran 5% hingga Semester I-2026, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah menjadi sejumlah penopang utama. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II-2026, setelah tumbuh 5,61% pada Triwulan I-2026. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 mencapai 5,45%.

6 Okt 2026

janji-vs-realisasi-ekonomi-prabowo-gibran-sejauh-mana-target-tercapai
Ekonomi

Janji vs Realisasi Ekonomi Prabowo-Gibran: Sejauh Mana Target Tercapai?

Kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan capaian yang beragam sepanjang 2025 hingga Semester I 2026. Sejumlah indikator telah memenuhi atau bahkan melampaui target, tetapi beberapa indikator lainnya masih menghadapi kesenjangan cukup besar, terutama penciptaan lapangan kerja, kemiskinan, dan lifting minyak.

6 Okt 2026

phk-capai-53-ribu-orang-sektor-manufaktur-hadapi-perlambatan-pesanan
Ekonomi

PHK Capai 53 Ribu Orang, Sektor Manufaktur Hadapi Perlambatan Pesanan

PHK mencapai 53.490 orang hingga Agustus 2026, sementara sektor manufaktur menghadapi perlambatan pesanan meski jumlah pekerjanya masih bertumbuh.

29 Sep 2026

evaluasi-kinerja-menteri-kabinet-merah-putih-komunikasi-perlu-perbaikan
Politik

Evaluasi Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih, Komunikasi Perlu Perbaikan

Penilaian kinerja menteri dan survei publik menunjukkan perlunya evaluasi kabinet, terutama pada eksekusi program, komunikasi, serta bidang ekonomi dan hukum.

23 Sep 2026

dua-tahun-prabowo-gibran-kenaikan-investasi-belum-dorong-serapan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kenaikan Investasi Belum Dorong Serapan Pekerja

Realisasi investasi naik 12,66% menjadi Rp 1.931,20 triliun pada 2025, tetapi serapan tenaga kerja turun 10,16% dari 2,46 juta menjadi 2,21 juta.

23 Sep 2026

dua-tahun-pemerintahan-prabowo-lapangan-usaha-tambah-jutaan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Usaha Tambah Jutaan Pekerja

Tenaga kerja diproyeksikan bertambah 6,04 juta orang pada 2026, dengan perdagangan menjadi sektor penyerap terbanyak, sementara real estat mengalami kontraksi.

22 Sep 2026