Industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia hingga Semester I-2026. Berdasarkan struktur PDB menurut lapangan usaha, kontribusi industri pengolahan berada di kisaran 19,78–20,45% sepanjang periode Desember 2024 hingga Juni 2026. Pada Triwulan II-2026, industri pengolahan menyumbang 19,78% terhadap PDB nasional, sekaligus menjadi sektor dengan porsi terbesar dalam struktur ekonomi. Namun, dari sisi pertumbuhan, kinerjanya melambat menjadi 4,52%, dibandingkan 5,04% pada Triwulan I-2026.
Posisi industri pengolahan menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Meski kontribusinya relatif stabil di sekitar 20%, porsinya pada Juni 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 20,39%. Dengan demikian, dominasi industri pengolahan dalam struktur PDB tetap terjaga, meskipun pertumbuhannya menghadapi perlambatan.
Di posisi kedua, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi 13,13% terhadap PDB pada Triwulan II-2026. Kontribusinya relatif stabil dalam periode pengamatan, berada di kisaran sekitar 13%. Stabilnya porsi perdagangan mencerminkan besarnya peran aktivitas distribusi dan transaksi barang serta jasa dalam menopang perekonomian domestik.
Sementara itu, sektor pertanian menunjukkan peningkatan kontribusi yang cukup terlihat. Pada Desember 2024, pertanian menyumbang 9,99% terhadap PDB, kemudian meningkat menjadi 11,91% pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan Desember 2025 yang sebesar 9,97%, kontribusinya pada Juni 2026 meningkat hampir 2 poin persentase. Perubahan tersebut antara lain berkaitan dengan karakteristik musiman sektor pertanian, sehingga perbandingan antartriwulan perlu mempertimbangkan pola produksi sepanjang tahun.
Di sisi lain, kontribusi sektor pertambangan mengalami penurunan. Pada Desember 2024, pertambangan dan penggalian menyumbang 7,58% terhadap PDB. Angka tersebut turun menjadi 6,43% pada Juni 2026. Artinya, dalam periode tersebut porsi pertambangan terhadap struktur PDB berkurang sekitar 1,15 poin persentase.
Sektor konstruksi juga menjadi salah satu kontributor utama, meskipun porsinya relatif stabil di sekitar 9–10%. Kontribusinya mencapai 9,45% pada Juni 2026, turun dari 10,12% pada Desember 2024. Sektor ini tetap memiliki peran penting karena berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur, investasi, properti, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Secara keseluruhan, struktur PDB Indonesia hingga Juni 2026 masih menunjukkan dominasi sektor industri pengolahan, disusul perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Namun, terdapat perubahan komposisi dibandingkan akhir 2024. Kontribusi pertanian meningkat, sedangkan porsi pertambangan dan konstruksi cenderung menurun. Industri pengolahan sendiri relatif bertahan di sekitar 20% meskipun kontribusinya sedikit menurun menjadi 19,78% pada Juni 2026.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia tetap bertumpu pada sektor industri dan perdagangan, sementara pertanian semakin mengambil porsi lebih besar dalam struktur PDB pada 2026. Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan industri pengolahan menjadi perhatian karena sektor tersebut merupakan penyumbang PDB terbesar. Penguatan industri pengolahan menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan aktivitas manufaktur.