Deretan Fokus Kebijakan Menkeu Suahasil Nazara

Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Deretan Fokus Kebijakan Menkeu Suahasil Nazara
Deretan Fokus Kebijakan Menkeu Suahasil Nazara

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menetapkan setidaknya 7 fokus kebijakan utama dalam mengelola keuangan negara. Langkah ini menitikberatkan pada penjagaan kesehatan, kredibilitas, dan stabilitas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sekaligus mencegah terjadinya kebocoran anggaran agar pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional tetap seimbang.

Sebagai bentuk disiplin fiskal dan pengendalian risiko ekonomi makro, Suahasil berkomitmen menjaga batas defisit APBN tetap berada di bawah 3%. Dari sisi alokasi, instrumen APBN dipastikan berfokus penuh untuk membiayai serta mengawal berbagai program prioritas nasional pemerintah.

Kebijakan belanja negara juga diarahkan pada efisiensi yang berorientasi pada hasil maksimal. Menkeu menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti sekadar memotong anggaran, melainkan memaksimalkan belanja yang ada agar memberikan keluaran dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Kementerian Keuangan mengoptimalkan kapasitas internal sekitar 77.000 pegawainya di seluruh Indonesia. Penguatan tata kelola ini diiringi langkah transparansi melalui komunikasi publik yang konsisten guna mempertahankan kepercayaan masyarakat serta pelaku pasar. Seluruh agenda ini dijalankan dengan prinsip keberlanjutan agar proses transisi kepemimpinan berjalan mulus dan tata kelola keuangan negara tetap berkesinambungan.

Fokus Kebijakan Menkeu Baru (Suahasil Nazara) - (Kementerian Sekretariat Negara & Beritasatu/DATASATU)
Fokus Kebijakan Menkeu Baru (Suahasil Nazara) - (Kementerian Sekretariat Negara & Beritasatu/DATASATU)

Data Terkait

perbandingan-kinerja-menteri-keuangan-dari-masa-ke-masa
Ekonomi

Perbandingan Kinerja Menteri Keuangan dari Masa ke Masa

Kinerja perekonomian dan fiskal Indonesia mengalami perubahan sepanjang periode kepemimpinan tiga Menteri Keuangan, yakni Bambang P.S. Brodjonegoro, Sri Mulyani Indrawati, dan Purbaya Yudhi Sadewa. Perbandingan tersebut dapat dilihat melalui sejumlah indikator utama, meliputi pertumbuhan ekonomi, utang pemerintah, serta kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

1 hari yang lalu

gantikan-purbaya-suahasil-nazara-dihadapkan-tantangan-fiskal
Ekonomi

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Dihadapkan Tantangan Fiskal

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadapi tantangan fiskal akibat pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, basis pajak sempit, dan kebutuhan penguatan penerimaan negara.

1 hari yang lalu

melihat-jejak-kebijakan-perpajakan-di-bawah-tiga-menkeu
Ekonomi

Melihat Jejak Kebijakan Perpajakan di Bawah Tiga Menkeu

Pajak di era Bambang fokus insentif usaha, dimodernisasi Sri Mulyani via digital & UMKM, lalu dimatangkan Purbaya lewat Coretax tanpa beban tarif baru.

1 hari yang lalu

ihsg-sempat-naik-ini-respon-pasar-saham-terhadap-pergantian-menkeu
Ekonomi

IHSG Sempat Naik, Ini Respon Pasar Saham terhadap Pergantian Menkeu

Suahasil Nazara dilantik sebagai Menkeu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. IHSG sempat naik ke 6.487,59 setelah pelantikan sebelum ditutup melemah 0,10% pada Senin (14/9).

1 hari yang lalu

rekam-jejak-para-menteri-keuangan-ri-dari-era-megawati-hingga-prabowo
Ekonomi

Rekam Jejak Para Menteri Keuangan RI dari Era Megawati hingga Prabowo

Menkeu dari era Megawati hingga Prabowo diisi tokoh ahli, dari Boediono, Sri Mulyani, hingga Suahasil Nazara, demi menjaga stabilitas fiskal negara.

2 hari yang lalu

reshuffle-menkeu-rupiah-dan-pasar-keuangan-masih-tertekan
Ekonomi

Reshuffle Menkeu, Rupiah dan Pasar Keuangan Masih Tertekan

Pergantian Menteri Keuangan diikuti oleh pergerakan beragam pada sejumlah indikator pasar keuangan. IHSG turun tipis dari 6.541,38 pada 11 September menjadi 6.534,69 pada 14 September 2026 atau terkoreksi 0,10%. Pada periode yang sama, posisi jual bersih asing (net foreign sell) meningkat dari Rp71,42 triliun menjadi Rp71,75 triliun atau sebesar 0,47%, menunjukkan masih adanya tekanan aksi jual investor asing di pasar saham.

2 hari yang lalu