Hari ini (14/8) Presiden menyampaikan pidato pertanggungjawaban capaian pemerintah selama 21 bulan (663 hari) masa pemerintahan (dilantik pada 20 Oktober 2024). Presiden menegaskan bahwa selama kurun waktu tersebut telah dikeluarkan 121 kebijakan transformatif dengan empat pedoman: berpegang pada UUD 1945, menjaga kepentingan vital nasional, mengatasi kesulitan rakyat dan berorientasi pada masa depan generasi penerus.
Datasatu.com merangkum poin-poin pembahasan pidato Presiden yang disampaikan di disampaikan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta:
1. Kedaulatan Pangan & Energi
- Swasembada Pangan: Berhasil dicapai dalam kurun 1 tahun (dari target 4 tahun) untuk 8 komoditas utama: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
- Daging merah ditargetkan swasembada 5–6 tahun ke depan; bawang putih dalam 3 tahun.
- Deregulasi pupuk: menghapus 145 aturan birokrasi, memotong harga pupuk 20%.
- Swasembada Energi (Solar B50):
- Per 1 Juli 2026, Indonesia menghentikan impor solar berkat penerapan biodiesel B50 dari kelapa sawit.
- Dari program ini, bisa dilakukan penghematan devisa negara sebesar Rp70 triliun (sekitar US$9,5 miliar).
2. Kinerja Ekonomi, Investasi, & Pengawasan Ekspor
- Pertumbuhan Ekonomi & Investasi:
- Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% (Q1-2026) dan 5,45% (Semester I-2026). Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir
- Realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931 triliun (2,7 juta tenaga kerja), dan Semester I-2026 menembus Rp1.010 triliun (1,4 juta tenaga kerja).
- Bank Emas & PT DSI:
- Bank Emas Indonesia: Dikelola kolaborasi Pegadaian & BSI, mengelola 153 ton emas senilai Rp360 triliun (US$20 miliar).
- PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI): Pintu tunggal pengawasan ekspor (batu bara, sawit, besi baja) yang dalam 2,5 bulan mengelola devisa US$14 miliar guna mencegah kerugian selisih harga komoditas global.
3. Pembenahan BUMN & Hilirisasi (Danantara)
- Restrukturisasi BUMN:
- Dari 1.074 entitas BUMN, 290 BUMN tidak produktif telah ditutup, dengan target menyisakan maksimal 300 BUMN produktif per akhir 2026
- Pemangkasan pos overhead menghemat Rp50 triliun (target Rp70 triliun).
- Lonjakan Laba BUMN: Terjadi lonjakan laba pada beberapa BUMN. PT Timah naik 900% (pasca-penutupan 1.000 tambang ilegal), PT Semen Indonesia naik 408,9%, PT Pupuk Indonesia naik 252,8%, Pertamina naik 86%. Armada Garuda Indonesia bertambah aktif menjadi 140 pesawat.
- Dividen & Hilirisasi: Dividen BUMN 2026 diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa suntikan PMN. Keuntungan dialihkan untuk pendanaan proyek hilirisasi Danantara (DME batu bara, tembaga, emas, alumina).
4. Reformasi Hukum
- Peradilan & Yudisial:
- MA: Memutus 37.973 perkara dari 38.148 perkara (produktivitas 99,54%), dengan 96,74% selesai di bawah 3 bulan.
- MK: Menangani 711 perkara (termasuk 334 sengketa Pilkada), 84,51% didaftarkan daring.
- KY & BPK: KY menindaklanjuti etik 121 hakim; BPK menyelamatkan keuangan negara Rp112 triliun pada 2025.
- Kesejahteraan Hakim: Kenaikan remunerasi hakim junior hingga 280% untuk menjaga integritas dan independensi benteng peradilan.
5. Ekonomi Kerakyatan, Kelautan, & Infrastruktur Desa
- Kampung Nelayan Merah Putih: 100 kampung nelayan modern telah selesai dari target 1.386 lokasi di akhir 2026. Target pembangunan 1.582 kapal ikan modern pada 2027.
- Koperasi Merah Putih: 10.000 koperasi desa/kelurahan telah berdiri (3.300 aktif penuh; target 30.000 di akhir 2026) sebagai pengontrol rantai pasok dan penyalur tunggal barang bersubsidi.
- Infrastruktur Desa: Pembangunan 5.000 jembatan desa (sinergi TNI-Polri) dan 3.000 titik air bersih oleh TNI.
- Kesejahteraan Mitra Ojol: Penyesuaian bagi hasil ojek online dinaikkan menjadi 92% untuk pengemudi (sebelumnya 80%).
6. Pembangunan Manusia, Pendidikan, & Kesehatan
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Upaya menekan angka stunting nasional (yang berada di kisaran 25%) dengan peringatan keras bagi pelaku korupsi dana MBG.
- Pendidikan:
- Renovasi lebih dari 71.744 sekolah (menuju target 100.000 sekolah).
- Distribusi layar pintar (interactive flat panel) hingga 4 unit per sekolah dan studio pengajaran bahasa asing jarak jauh sejak kelas 1 SD.
- Pengiriman penerima Beasiswa Garuda ke kampus top dunia (416 mahasiswa di 2025; 515 di 2026).
- Program Sekolah Rakyat berasrama penuh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (93 permanen, 182 rintisan).
- Kesehatan:
- Program Cek Kesehatan Gratis menjangkau 108 juta orang di 10.255 Puskesmas.
- Iuran JKN ditanggung penuh negara untuk 96,8 juta warga prasejahtera.
- Pembukaan 9 fakultas kedokteran baru serta 170 prodi spesialis/subspesialis untuk pemenuhan tenaga medis daerah.
7. Perlindungan Sosial & Perumahan
- Digitalisasi Bansos: Pendaftaran PKH secara digital memangkas biaya fotokopi/transportasi rakyat dan mempercepat waktu verifikasi dari ratusan hari menjadi hitungan menit/jam.
- Perumahan Rakyat: Hingga Juni 2026, telah disalurkan 83.907 unit bantuan renovasi rumah (BSPS) dan pembiayaan rumah bersubsidi (FLPP) bagi hampir 100.000 unit rumah.