Daerah Hadapi Tekanan Fiskal, Begini Postur Pendapatan Daerah 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Daerah Hadapi Tekanan Fiskal, Begini Postur Pendapatan Daerah 2026
Postur Pendapatan Daerah 2026

Sejumlah daerah di Indonesia masih menghadapi tekanan fiskal dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk untuk memenuhi kebutuhan operasional minimum seperti pembayaran gaji ASN dan PPPK. 

Melansir Kemenkeu Learning Center, APBD merupakan rencana penerimaan dan pengeluaran daerah yang digunakan untuk menjalankan program serta kegiatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Struktur pendapatan APBD terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan pendapatan lain yang sah. PAD mencakup pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta PAD lainnya. 

Sementara, pendapatan transfer meliputi transfer pemerintah pusat dan transfer antar daerah, sedangkan pendapatan lain yang sah antara lain mencakup hibah dan dana darurat.

Menurut data DJPK Kemenkeu, postur anggaran pendapatan daerah pada 2026 mencapai Rp 1.191,90 triliun. Angka tersebut terdiri dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 702,18 triliun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 429,50 triliun, serta pendapatan lainnya Rp 60,21 triliun. 

Postur Pendapatan Daerah 2026 - (DJPK Kemenkeu/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Postur Pendapatan Daerah 2026 - (DJPK Kemenkeu/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Hingga Juli 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp 596,86 triliun atau 50,08% dari pagu anggaran 2026. Pada periode yang sama, realisasi TKDD tercatat Rp 360,84 triliun atau 51,39% dari pagu 2026, sedangkan PAD mencapai Rp 212,73 triliun atau 49,53% dari pagu 2026.

Di sisi lain, realisasi pendapatan lainnya masih relatif rendah. Hingga Juli 2026, penerimaan dari pos tersebut baru mencapai Rp 23,28 triliun atau sekitar 38,66% terhadap pagu anggaran 2026. 

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang perlu dioptimalkan pemerintah daerah dalam meningkatkan penerimaan dan menjaga kapasitas fiskal agar kebutuhan operasional daerah tetap dapat dipenuhi.

Data Terkait

realisasi-terus-melonjak-subsidi-energi-apbn-2027-dipangkas
Ekonomi

Realisasi Terus Melonjak, Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas

Anggaran subsidi energi ditetapkan Rp 261,5 triliun, sementara realisasi subsidi justru melonjak dalam 5 tahun terakhir.

1 hari yang lalu

peta-anggaran-2027-10-lembaga-negara-yang-mendapat-alokasi-terkecil
Ekonomi

Peta Anggaran 2027: 10 Lembaga Negara yang Mendapat Alokasi Terkecil

Alokasi anggaran kementerian dan lembaga (K/L) dalam rancangan pagu belanja tahun 2027 bergerak dinamis.

23 Sep 2026

pembiayaan-utang-capai-rp-506-triliun-sudah-6080-dari-target-2026
Ekonomi

Pembiayaan Utang Capai Rp 506 Triliun, Sudah 60,80% dari Target 2026

Pembiayaan utang neto hingga Agustus 2026 mencapai Rp 506 triliun atau 60,80% dari target APBN 2026 sebesar Rp 832,2 triliun.

18 Sep 2026

dilantik-jadi-menkeu-suahasil-nazara-prioritaskan-pengelolaan-apbn
Politik

Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Prioritaskan Pengelolaan APBN

Menkeu Suahasil Nazara fokus pada pengelolaan APBN agar sehat dan kredibel. Pada 2026, APBN difokuskan untuk mendukung 8 program prioritas nasional.

16 Sep 2026

anggaran-bnpb-susut-5-tahun-terakhir-pemerintah-siapkan-tambahan-dana
Lingkungan

Anggaran BNPB Susut 5 Tahun Terakhir, Pemerintah Siapkan Tambahan Dana

Indonesia mencatat 1.740 bencana hingga 7 September 2026, sementara anggaran BNPB turun 93,13% dalam 5 tahun dan pemerintah siapkan tambahan dana.

11 Sep 2026

anggaran-perlinsos-capai-rp-5499-triliun-di-rapbn-2027-ini-programnya
Ekonomi

Anggaran Perlinsos Capai Rp 549,9 Triliun di RAPBN 2027, Ini Programnya

Anggaran perlindungan sosial RAPBN 2027 naik 10% dari tahun lalu menjadi Rp 549,9 triliun. Adapun fokus pada 2027 menyasar kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi, hingga pendidikan.

20 Agu 2026