Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29% year on year (yoy) pada kuartal II-2026. Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 10 lapangan usaha yang menjadi kontributor utama terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama periode tersebut.
Menurut BPS, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional dengan distribusi mencapai 18,50% dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,52% yoy. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan distribusi 13,57% serta pertumbuhan 3,80% yoy, disusul perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi 13,02% dengan pertumbuhan 6,39% yoy.
Sementara itu, sektor konstruksi memiliki distribusi 9,79% dan tumbuh 6,68% yoy, sedangkan sektor pertambangan dan penggalian berkontribusi 8,87% namun mengalami kontraksi sebesar 1,64% yoy.
BPS juga mencatat sektor transportasi dan pergudangan memiliki distribusi sebesar 6,16% dengan pertumbuhan 5,65% yoy. Selanjutnya, sektor informasi dan komunikasi berkontribusi 4,30% dan tumbuh 6,97% yoy, diikuti jasa keuangan dan asuransi dengan distribusi 4,05% serta pertumbuhan 3,11% yoy.
Selain sektor-sektor tersebut, administrasi pemerintahan, akomodasi makan dan minum juga merupakan kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan pertumbuhan akomodasi makan dan minum mencatatkan pertumbuhan hingga 10,60%, tertinggi ke dua setelah sektor Pengadaan Listrik dan gas yang tumbuh sebesar 10,81% yoy.