Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) membuka proses pencarian pemimpin baru bank sentral. Sesuai ketentuan, Presiden akan mengusulkan calon Gubernur BI kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Hingga kini, pemerintah belum secara resmi mengumumkan nama yang akan diajukan. Meski demikian, sejumlah tokoh mulai disebut dalam bursa calon Gubernur BI, di antaranya mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri, Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, serta Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia.
Masing-masing kandidat memiliki rekam jejak yang kuat di bidang ekonomi, keuangan, maupun kebijakan moneter. Chatib Basri dikenal sebagai ekonom dan mantan Menteri Keuangan, Thomas A.M. Djiwandono memiliki pengalaman di Kementerian Keuangan, OJK, dan kini menjabat Deputi Gubernur BI, sementara Burhanuddin Abdullah pernah memimpin Bank Indonesia pada periode 2003–2008. Adapun Destry Damayanti saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI sembari menunggu proses penunjukan gubernur definitif.
Siapa pun yang nantinya terpilih akan menghadapi tantangan ekonomi makro yang tidak ringan. Gubernur BI yang baru dituntut untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, mengendalikan laju inflasi domestik, serta menyelaraskan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Selain itu, aspek independensi bank sentral dan penguatan sinergi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.