Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) seiring proses suksesi kepemimpinan bank sentral. Tokoh-tokoh yang masuk dalam bursa tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, hingga ekonom senior yang memiliki pengalaman dalam perumusan kebijakan ekonomi dan moneter.
Nama-nama yang kerap disebut antara lain Muhammad Chatib Basri, Thomas A.M. Djiwandono, Burhanuddin Abdullah, Destry Damayanti, dan Aida S. Budiman. Masing-masing memiliki rekam jejak yang berbeda, baik di bidang kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, maupun hubungan ekonomi internasional.
Muhammad Chatib Basri merupakan ekonom yang pernah menjabat Menteri Keuangan dan kini menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional. Thomas A.M. Djiwandono saat ini menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Burhanuddin Abdullah merupakan mantan Gubernur BI periode 2003–2008 yang menghabiskan sebagian besar kariernya di bank sentral. Sementara itu, Destry Damayanti menjabat Deputi Gubernur Senior BI dan dipercaya sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI sejak 27 Juli 2026. Adapun Aida S. Budiman merupakan Deputi Gubernur BI yang memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter dan ekonomi internasional.
Selain lima nama tersebut, sejumlah tokoh lain juga disebut masuk dalam bursa, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad. Meski demikian, seluruh nama yang beredar masih sebatas spekulasi dan belum menjadi daftar resmi pemerintah. Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan nama calon Gubernur Bank Indonesia yang akan diajukan kepada DPR.