Blok Masela Mulai Dibangun, Potensi Nilai Tambah Tembus US$ 137 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 | 14:56 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Blok Masela Mulai Dibangun, Potensi Nilai Tambah Tembus US$ 137 Miliar
Manfaat Ekonomi Blok Masela

Pemerintah Indonesia resmi melakukan groundbreaking proyek Blok Masela pada Kamis (16/7), menandai dimulainya pembangunan fisik salah satu proyek gas terbesar di Indonesia. Melansir data Kementerian ESDM, proyek yang telah tertunda selama 28 tahun sejak 1998 tersebut kini memasuki tahap konstruksi.

Adapun nilai investasi Blok Masela mencapai US$ 20,94 miliar atau setara Rp 378 triliun dengan asumsi kurs Rp 18.054 per dolar AS. Kementerian ESDM menjelaskan, pemanfaatan gas dari Blok Masela akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor dengan porsi masing-masing sebesar 60% dan 40%. 

Selain untuk kebutuhan energi nasional, pasokan gas dari proyek ini juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku hilirisasi PT Pupuk Indonesia, serta memasok kebutuhan PT PLN (Persero), PT PGN, dan sejumlah perusahaan swasta. 

Dari sisi ekonomi, Kementerian ESDM memperkirakan Blok Masela akan menghasilkan nilai tambah bruto sebesar US$ 137 miliar selama masa operasional. Proyek ini juga diproyeksikan memberikan manfaat fiskal berupa pendapatan negara langsung sekitar US$ 37,8 miliar serta penerimaan pajak tidak langsung sebesar US$ 6,43 miliar sepanjang masa konstruksi dan operasi. 

Manfaat Ekonomi Blok Masela - (Kementerian ESDM & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Manfaat Ekonomi Blok Masela - (Kementerian ESDM & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Selain memperkuat pasokan energi, proyek ini juga diperkirakan menciptakan dampak sosial melalui pembukaan lapangan kerja. Paparan Kementerian ESDM menyebutkan Blok Masela akan menyerap lebih dari 12 ribu tenaga kerja langsung selama masa konstruksi serta sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja pada masa operasional. 

Setelah menunggu hampir tiga dekade, dimulainya pembangunan fisik Blok Masela diharapkan menjadi momentum percepatan pengembangan sektor migas nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pemanfaatan yang lebih optimal bagi kebutuhan domestik.

Data Terkait

blok-masela-mulai-dibangun-di-tengah-melemahnya-ekspor-gas-indonesia
Ekonomi

Blok Masela Mulai Dibangun di Tengah Melemahnya Ekspor Gas Indonesia

Groundbreaking Blok Masela diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan ekspor LNG Indonesia yang dalam satu dekade terakhir cenderung merosot.

20 Jul 2026

mengenal-blok-masela-proyek-gas-raksasa-yang-mulai-dibangun
Ekonomi

Mengenal Blok Masela, Proyek Gas Raksasa yang Mulai Dibangun

Proyek gas Blok Masela senilai US$ 20 miliar resmi memasuki tahap groundbreaking pada 16 Juli 2026. Proyek ini diproyeksikan memperkuat ketahanan energi nasional.

16 Jul 2026

mandatori-b50-berlaku-ini-proyeksi-kebutuhan-sawit-menuju-b100
Ekonomi

Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Mandatori B50 resmi berjalan. Pemerintah menyiapkan transisi ke B60 dan B100, sehingga penguatan pasokan sawit dan produktivitas kebun jadi kunci keberlanjutan.

14 Jul 2026

b50-resmi-dijalankan-kesiapan-teknis-dan-infrastruktur-telah-diuji
Ekonomi

B50 Resmi Dijalankan, Kesiapan Teknis dan Infrastruktur Telah Diuji

Mandatori B50 resmi diluncurkan setelah dinyatakan layak diterapkan. Program ini diproyeksikan menghemat devisa senilai Rp 170 triliun.

14 Jul 2026

skema-batu-bara-untuk-listrik-disorot-ini-aturan-di-berbagai-negara
Ekonomi

Skema Batu Bara untuk Listrik Disorot, Ini Aturan di Berbagai Negara

Skema pasokan batu bara untuk listrik disorot. Indonesia dapat belajar dari China hingga Polandia yang telah menetapkan skema pasokan batu bara untuk kelistrikan.

30 Jun 2026

harga-gas-industri-melonjak-risiko-phk-ancam-industri-kimia-energi-ri
Ekonomi

Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI

Harga gas bumi non-HGBT naik menjadi sekitar US$20 MMBTU sejak Juni 2026 dan berpotensi mengancam 50 ribu pekerja di industri Kimia-Energi RI.

26 Jun 2026