Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100
Kebutuhan Sawit bagi Program B50-B100

Pemerintah resmi mengimplementasikan program mandatori B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sekaligus kedaulatan energi nasional. 

B50 merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang berasal dari pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan 50% solar fosil. Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan biodiesel nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Tak berhenti pada B50, pemerintah juga telah menyiapkan peta jalan peningkatan mandatori biodiesel berbasis sawit menuju campuran 60% (B60) hingga 100% (B100). Peningkatan kadar biodiesel tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan bahan baku minyak sawit dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan saat ini.

Melansir data Kementerian ESDM, implementasi B50 membutuhkan sekitar 17,9 juta ton sawit dengan kebutuhan lahan sekitar 2,3 juta hektare. Sementara itu, apabila mandatori meningkat menjadi B60, kebutuhan sawit diperkirakan naik menjadi 21,5 juta ton dengan kebutuhan lahan mencapai 3,5 juta hektare. Adapun pada skenario B100, kebutuhan bahan baku melonjak menjadi 35,9 juta ton sawit dengan kebutuhan lahan sekitar 4,6 juta hektare.

Kebutuhan Sawit bagi Program B50-B100 - (Kementerian ESDM & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Kebutuhan Sawit bagi Program B50-B100 - (Kementerian ESDM & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Peningkatan kebutuhan bahan baku tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transisi menuju B60 hingga B100 tidak hanya bergantung pada kebijakan energi, tetapi juga pada kesiapan sektor hulu. 

Oleh karena itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit, memperkuat peran perkebunan rakyat dan koperasi, serta memastikan pengembangan lahan dilakukan secara berkelanjutan agar pasokan biodiesel tetap terjaga tanpa mengganggu kebutuhan pangan maupun keseimbangan lingkungan.

Data Terkait

program-b50-dorong-konsumsi-sawit-domestik-ekspor-berpotensi-tertekan
Ekonomi

Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan

Implementasi B50 diproyeksi meningkatkan konsumsi sawit domestik, namun perlambatan produksi berpotensi menekan ruang ekspor CPO Indonesia hingga akhir 2026.

3 jam yang lalu

b50-resmi-dijalankan-kesiapan-teknis-dan-infrastruktur-telah-diuji
Ekonomi

B50 Resmi Dijalankan, Kesiapan Teknis dan Infrastruktur Telah Diuji

Mandatori B50 resmi diluncurkan setelah dinyatakan layak diterapkan. Program ini diproyeksikan menghemat devisa senilai Rp 170 triliun.

19 jam yang lalu

mari-ketahui-perbedaan-antara-b40-dan-b50
Hukum & Keamanan

Mari Ketahui Perbedaan Antara B40 dan B50

ESDM resmi menerapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50% FAME dan 50% solar untuk mendukung ketahanan energi.

4 hari yang lalu

skema-batu-bara-untuk-listrik-disorot-ini-aturan-di-berbagai-negara
Ekonomi

Skema Batu Bara untuk Listrik Disorot, Ini Aturan di Berbagai Negara

Skema pasokan batu bara untuk listrik disorot. Indonesia dapat belajar dari China hingga Polandia yang telah menetapkan skema pasokan batu bara untuk kelistrikan.

30 Jun 2026

harga-gas-industri-melonjak-risiko-phk-ancam-industri-kimia-energi-ri
Ekonomi

Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI

Harga gas bumi non-HGBT naik menjadi sekitar US$20 MMBTU sejak Juni 2026 dan berpotensi mengancam 50 ribu pekerja di industri Kimia-Energi RI.

26 Jun 2026

perjalanan-b50-dari-uji-teknis-menuju-implementasi-nasional-2026
Ekonomi

Perjalanan B50: Dari Uji Teknis Menuju Implementasi Nasional 2026

Pemerintah menargetkan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari program mandatori biodiesel nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

18 Jun 2026