Harga minyak mentah dunia berjangka mencatat kenaikan signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan data Investing per Kamis (11/6), harga minyak Brent mencapai US$ 92,05 per barel pada Mei 2026 atau naik 30,22% secara year-to-date (ytd). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat sebesar US$ 87,36 per barel pada Mei 2026, meningkat 33,98% ytd.
Kenaikan harga minyak global turut mendorong lonjakan harga Indonesian Crude Price (ICP). Kementerian ESDM menetapkan harga rata-rata ICP periode Mei 2026 sebesar US$ 106,56 per barel. Angka tersebut melonjak 65,44% dibanding posisi awal tahun yang berada di level US$ 64,41 per barel. Kenaikan ICP ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga Brent maupun WTI dalam periode yang sama.
Meski demikian, Kementerian ESDM mencatat harga ICP pada Mei 2026 mengalami koreksi dibanding bulan sebelumnya. Harga ICP turun 9,16% dari US$ 117,31 per barel pada April 2026 menjadi US$ 106,56 per barel. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah acuan dunia, khususnya Dated Brent, yang dipengaruhi membaiknya pasokan global setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai mereda.
Dalam perspektif jangka panjang, tren harga minyak dunia masih menunjukkan pelemahan dalam 5 tahun terakhir. Data Investing mencatat harga minyak Brent dan WTI pada Mei 2026 masing-masing turun 20,37% dan 23,82% dibanding lima tahun sebelumnya.
Pada 2022, harga minyak mentah dunia sempat berada pada level yang lebih tinggi akibat ketidakpastian global dan gangguan pasokan energi yang dipicu perang Rusia-Ukraina. Sementara itu, harga ICP pada Mei 2026 tercatat hanya turun 2,78% dibanding posisi pada Mei 2022.