Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berskala besar melanda berbagai sektor perusahaan baik di dalam maupun luar negeri. Merujuk data yang dihimpun dari berbagai sumber, Volkswagen Group memimpin dengan rencana PHK terhadap 50.000 karyawan yang berlangsung dari 2024 hingga akhir 2030, akibat tekanan pasar global.
Di Amerika Serikat, Amazon juga melakukan pemotongan terhadap 16.000 karyawannya di tahun 2026, yang merupakan bagian dari proyek efisiensi mereka. Tak hanya di sektor manufaktur dan e-commerce, industri jasa seperti PwC juga merumahkan 1.500 pekerjanya karena penurunan permintaan konsultasi. Nestle bahkan mengumumkan akan merumahkan 16.000 karyawan secara bertahap selama dua tahun mulai 2025. Perusahaan multinasional lainnya seperti UPS memangkas 48.000 pekerjanya akibat pengurangan volume dari Amazon. Sedangkan P&G memangkas 7.000 karyawan akibat tantangan perdagangan.
Situasi serupa juga melanda Indonesia. Sritex menjadi sorotan dengan PHK besar-besaran terhadap 11.025 pekerja setelah dinyatakan pailit. Dua perusahaan Yamaha di Indonesia juga menutup pabriknya pada tahun 2025, berdampak pada 1.100 pekerja, seiring penurunan permintaan piano. Sanken Indonesia ikut melakukan PHK pada 459 karyawannya akibat pemindahan produksi ke Jepang.
Sementara KFC Indonesia, karena kerugian yang dialami selama 5 tahun terakhir, terpaksa menutup 19 gerai dan memberhentikan 400 pekerja. PHK juga terjadi di sektor industri alas kaki, di mana Adis Dimension Footwear dan Victory Ching Luh Indonesia secara bertahap merumahkan masing-masing 1.500 dan 2.000 pekerja akibat penurunan volume pesanan global. Danbi International pun tak luput dari tren ini, dengan memangkas 2.079 karyawannya setelah menghentikan aktivitas produksi karena dalam proses pailit.
Perusahaan | Asal Negara | Tahun PHK | Jumlah Karyawan di-PHK | Penjelasan |
| Volkswagen Group | Jerman | 2024 sampai akhir 2030 | 50.000 | Volkswagen melakukan penambahan kuota PHK dari rencana awal (35.000 pekerja) menjadi 50.000 pekerja akibat laba anjlok 44% dan tekanan pasar global. |
| Amazon | Amerika Serikat | 2026 | 16.000 | Amazon mengumumkan pemutusan hubungan kerja pada Januari 2026. Namun, pihak Amazon tidak memberikan informasi karyawan di negara mana saja yang terdampak. Pemangkasan dilakukan sebagai bagian dari "Project Dawn", guna mengurangi birokrasi dan memangkas lapisan manajemen agar perusahaan bergerak lebih cepat. |
| PwC (PricewaterhouseCoopers) | Amerika Serikat | 2025 | 1.500 | PwC memangkas 1.500 karyawan, atau sekitar 2% dari total karyawannya di AS pada Mei 2025. Selain itu, perusahaan juga mengurangi program perekrutan di kampus dan magang. Hal tersebut terjadi karena adanya penurunan permintaan konsultasi, serta lesunya pasar merger dan akuisisi. |
| UPS (United Parcel Service) | Amerika Serikat | 2025 | 48.000 | UPS memberhentikan puluhan ribu karyawannya dan menutup operasional harian di 93 gedung sewaan, serta geedung milik sendiri. Penutupan gedung kantor tersebut dilakukan pada Januari-September 2025. Selain itu, UPS juga melakukan efisiensi biaya dengan mengurangi 50% volume pengiriman dari Amazon. |
| Nestlé | Swiss | 2025-2027 | 16.000 | Nestlé mengonfirmasi untuk melakukan PHK terhadap 16.000 karyawannya selama 2 tahun, terhitung sejak 2025. Nestlé ingin menargetkan efisiensi biaya operasional serta akan mengoptimalkan AI (kecerdasan buatan) di berbagai fungsi, termasuk penelitian dan pengembangan. |
| P&G (Procter & Gamble ) | Amerika Serikat | 2025 | 7.000 | Akibat adanya hambatan tarif dagang, P&G melakukan restrukturisasi dan memangkas 7 ribu pekerjanya. Diketahui, P&G memiliki 108 ribu karyawan yang tersebar di seluruh dunia. |
| Sritex (PT Sri Rejeki Isman Tbk) | Indonesia | 2024-2025 | 11.025 | Sritex melakukan PHK besar-besaran karena dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang. Pemerintah berjanji melindungi karyawan Sritex yang terkena dampak pailitnya perusahaan. |
| Yamaha Product Asia dan Yamaha Indonesia | Jepang, beroperasi di Indonesia | 2025 | 1.100 | Pada 2025, 2 perusahaan Yamaha menutup pabriknya lantaran permintaan piano menurun. Produksi kemudian dialihkan ke pabrik Jepang & China. |
| Sanken Indonesia | Jepang, beroperasi di Indonesia | 2025 | 459 | PHK dilakukan karena penutupan pabrik di MM2100 Cikarang akibat instruksi induk perusahaan untuk memindahkan produksi ke Jepang (fokus semikonduktor). |
| KFC Indonesia | Amerika Serikat, dikelola PT Fast Food Indonesia Tbk asal Indonesia | 2025 | 400 | Sepanjang 2025, KFC Indonesia menutup 19 gerainya, mengakibatkan PHK terhadap 400 karyawan. Hal tersebut terjadi karena kerugian yang diderita KFC dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. |
| Adis Dimension Footwear | Indonesia (pabrik pemasok sepatu asal AS, Nike) | 2025 | 1.500 | PHK ini merupakan langkah efisiensi bertahap sejak November 2024 akibat penurunan volume order global. |
| Victory Ching Luh Indonesia | Indonesia (pabrik pemasok sepatu asal AS, Nike) | 2025 | 2.000 | PHK ini merupakan langkah efisiensi bertahap sejak November 2024 akibat penurunan volume order global. |
| Danbi International | Indonesia | 2025 | 2.079 | Danbi melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya karena meghentikan aktivitas produksinya. Perusahaan tersebut dalam proses pailit dan kurator menyegel pabrik guna mengamankan aset. |