IHSG kembali berada di level 5.800 pada perdagangan Rabu (24/6). Melansir data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 3,56% ke posisi 5.883,88. Pelemahan tersebut terjadi setelah MSCI merilis 2026 Market Classification Review pada 24 Juni 2026 dini hari yang memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.
Dalam review tersebut, MSCI masih mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market. Namun, MSCI juga memberikan peringatan bahwa apabila reformasi pasar modal Indonesia tidak menunjukkan kemajuan yang memadai hingga periode review November 2026 mendatang, lembaga tersebut berpotensi mempertimbangkan konsultasi untuk menurunkan klasifikasi Indonesia menjadi Frontier Market.
Sentimen tersebut turut memicu aksi jual investor asing di pasar saham domestik. Bursa Efek Indonesia mencatat nilai net sell investor asing secara harian mencapai Rp 1,17 triliun pada perdagangan Rabu (24/6), meningkat tajam dibandingkan Rp 331 miliar pada perdagangan Selasa (23/6). Tekanan jual tersebut turut membebani pergerakan saham-saham Indonesia sepanjang perdagangan.
Akumulasi aksi jual investor asing juga semakin melebar sepanjang tahun ini. Bursa Efek Indonesia mencatat net sell investor asing secara kumulatif pada 2026 mencapai Rp70,84 triliun atau meningkat 1,68% dibandingkan perdagangan Selasa (23/6).
Selain menekan pasar saham, lonjakan net sell investor asing turut berdampak pada nilai tukar rupiah. Pada Rabu (24/6), kurs rupiah berada di level Rp17.977,9 per dolar AS atau melemah 0,77% dibandingkan posisi pada Selasa (23/6).