MSCI merilis Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026 waktu setempat. Hasil tinjauan terhadap kelompok Emerging Markets tersebut menunjukkan bahwa sejumlah negara berhasil mencatat kemajuan reformasi struktural yang signifikan. Namun, di sisi lain, Indonesia dan Turki justru mengalami penurunan penilaian, terutama terkait aspek transparansi pasar.
Peningkatan aksesibilitas pasar yang paling menonjol terlihat di Arab Saudi. Otoritas Pasar Modal (Capital Market Authority/CMA) Arab Saudi resmi menghapus konsep Investor Asing Berkualifikasi (Qualified Foreign Investor/QFI) per 1 Februari 2026. Kebijakan ini menyederhanakan proses investasi asing dan mendorong kenaikan indikator Persyaratan Kualifikasi Investor dari “+” menjadi “++”.
Perbaikan juga terjadi di beberapa negara lain. Cile mencatat peningkatan efisiensi pada proses repatriasi modal yang kini dapat diselesaikan pada hari yang sama, sehingga indikator Aliran Modal naik menjadi “++”. Kolombia menunjukkan pemulihan pada Stabilitas Kerangka Kelembagaan yang meningkat menjadi “+”. Sementara itu, Mesir menghapus berbagai pembatasan regulasi bagi investor asing, kecuali di wilayah Semenanjung Sinai. Di Asia, Korea Selatan mencatat peningkatan pada Ketersediaan Instrumen Investasi, didorong oleh pencatatan produk derivatif berbasis indeks Korea di bursa internasional, meskipun akses dan pemanfaatan data bursa masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
Tantangan Alur Informasi di Indonesia dan Turki
Berbanding terbalik dengan tren perbaikan tersebut, Indonesia dan Turki mengalami penurunan penilaian pada indikator Alur Informasi, dari “+” menjadi “-”.
Di Indonesia, penurunan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran investor global terhadap aspek investability. MSCI menyoroti keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta dugaan adanya pola perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar. Selain itu, ketersediaan informasi pasar saham yang terperinci dalam bahasa Inggris masih belum merata, tantangan yang juga tercatat pada pasar modal Turki pada periode penilaian tahun ini.