UMKM Dominasi Unit Usaha ASEAN, Produktivitas RI Masih Tertinggal

Rabu, 24 Juni 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
UMKM Dominasi Unit Usaha ASEAN, Produktivitas RI Masih Tertinggal
Kontribusi & Tingkat Produktivitas UMKM di ASEAN, 2018-2021

UMKM memiliki kontribusi yang signifikan bagi perekonomian di Asia Tenggara. INDEF mengungkapkan bahwa perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu indikator penting dalam memperkuat fondasi perekonomian suatu negara karena mampu mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif. 

Dalam laporan bertajuk "Strategi Peningkatan Produktivitas dan Pendanaan UMKM" yang dirilis pada 2022, INDEF mencatat UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Asia Tenggara. Laporan tersebut menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi sebesar 41,1% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional di Asia Tenggara pada 2021. 

Besarnya kontribusi tersebut tidak terlepas dari dominasi UMKM yang mencapai 97,2% dari total unit usaha di kawasan. Selain itu, sektor ini juga menyerap 69,4% dari total tenaga kerja pada periode yang sama, meskipun kontribusinya terhadap ekspor nasional masih berada di level 20,4%.

Kontribusi & Tingkat Produktivitas UMKM di ASEAN, 2018-2021 - (INDEF/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Kontribusi & Tingkat Produktivitas UMKM di ASEAN, 2018-2021 - (INDEF/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Meski memiliki peran strategis, INDEF menemukan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih relatif tertinggal dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara. Pada 2018, produktivitas tenaga kerja Indonesia tercatat sebesar US$ 0,01 juta per tenaga kerja atau sekitar US$ 5 ribu per tenaga kerja. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam yang mencapai US$ 48 ribu per tenaga kerja maupun Thailand sebesar US$ 15 ribu per tenaga kerja.

Sementara itu, Singapura menjadi negara dengan tingkat produktivitas tenaga kerja tertinggi di kawasan. Temuan INDEF menunjukkan produktivitas tenaga kerja Singapura mencapai US$ 60 ribu per tenaga kerja. 

Temuan di atas menggambarkan bahwa meskipun UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, peningkatan produktivitas masih menjadi tantangan penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing di tingkat regional.

Data Terkait

phk-membayangi-produktivitas-tenaga-kerja-ri-masih-tertinggal
Ekonomi

PHK Membayangi, Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih Tertinggal

PHK membayangi dunia usaha RI. Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara Asia sehingga jadi tantangan daya saing.

31 Jul 2026

ketentuan-terbaru-pph-final-umkm-dalam-pp-nomor-20-tahun-2026
Hukum & Keamanan

Ketentuan Terbaru PPh Final UMKM dalam PP Nomor 20 Tahun 2026

PP No. 20/2026 resmi berlaku 22 April 2026, menyempurnakan aturan PPh Final agar insentif pajak tepat sasaran bagi UMKM dan perkuat keadilan perpajakan.

24 Jul 2026

pemadaman-listrik-tekan-dunia-usaha-umkm-manufaktur-paling-terdampak
Ekonomi

Pemadaman Listrik Tekan Dunia Usaha, UMKM-Manufaktur Paling Terdampak

Pemadaman listrik bergilir menekan aktivitas dunia usaha. Adapun industri manufaktur, data center hingga UMKM paling terdampak.

27 Jun 2026

long-weekend-dongkrak-mobilitas-tiket-kereta-api-terjual-911-ribu
Ekonomi

Long Weekend Dongkrak Mobilitas, Tiket Kereta Api Terjual 911 Ribu

Libur panjang mendorong mobilitas masyarakat. Penjualan tiket kereta api mencapai 911,18 ribu tiket, menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah dan sektor pariwisata.

2 Jun 2026

bank-dunia-ramal-pertumbuhan-ekonomi-asia-tenggara-melambat-pada-2026
Ekonomi

Bank Dunia Ramal Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Melambat pada 2026

PDB Indonesia diproyeksikan merosot dari 5,1% pada 2025 menjadi 4,7% pada 2026, walaupun mengungguli Malaysia (4,4%), Filipina (3,7%) dan Thailand (1,3%).

30 Apr 2026

wfh-mampu-hemat-bbm-20-tapi-risiko-ekonomi-perlu-diantisipasi
Ekonomi

WFH Mampu Hemat BBM 20%, Tapi Risiko Ekonomi Perlu Diantisipasi

WFH akan menghemat BBM hingga 20%, namun berisiko menurunkan konsumsi rumah tangga. Efisiensi energi berpotensi bergeser jadi beban rumah tangga.

16 Apr 2026