Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta pada Selasa (19/5/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 dipangkas Rp67 triliun dari pagu awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan pengelolaan dana MBG lebih efisien dan tepat sasaran.
“Untuk sementara angkanya Rp268 triliun, tetapi masih ada potensi perbaikan lebih lanjut yang sedang dihitung. Jadi jangan menyalahkan MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” ujar Purbaya seperti dikutip Investor Daily, Kamis (21/5/2026).
Adapun anggaran program MBG pada 2025 tercatat sebesar Rp71 triliun. Nilai tersebut kemudian melonjak 371% pada 2026 menjadi Rp335 triliun, mencerminkan ekspansi besar program pemerintah tersebut. Namun, setelah dilakukan penyesuaian anggaran, outlook belanja MBG hingga akhir 2026 diperkirakan menjadi Rp268 triliun.
Dari sisi realisasi anggaran, penyerapan dana MBG terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Pada Januari 2026, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp19,55 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp38,97 triliun pada Februari. Penyerapan kembali naik menjadi Rp55,34 triliun pada Maret dan mencapai Rp75 triliun pada April 2026.
Sejalan dengan peningkatan anggaran, jumlah penerima manfaat MBG juga terus bertambah. Pada Oktober 2025, jumlah penerima tercatat sebanyak 39,7 juta orang, meningkat menjadi 43,9 juta orang pada November dan 50,8 juta orang pada Desember 2025. Memasuki 2026, penerima manfaat mencapai 60 juta orang pada Januari, kemudian naik menjadi 61,1 juta orang pada Februari dan 61,8 juta orang pada Maret. Hingga April 2026, total penerima manfaat tercatat sekitar 62 juta orang.
Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan siswa sekolah. Pada April 2026, jumlah penerima dari kelompok siswa mencapai 48,8 juta orang, sedangkan penerima non-siswa tercatat sebanyak 13,2 juta orang.