Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Ini Daftar Emiten yang Keluar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:26 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Ini Daftar Emiten yang Keluar
Hasil Rebalancing MSCI per Mei 2026

MSCI mengumumkan hasil rebalancing indeks Mei 2026 dengan pengurangan signifikan pada MSCI Global Standard Index Indonesia. Sejumlah emiten besar dikeluarkan dari indeks tersebut, yakni PT Amman Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Keluarnya sejumlah emiten tersebut menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar jumbo belum cukup menarik bagi investor global apabila tidak diimbangi likuiditas saham beredar yang sehat serta kepemilikan publik yang transparan. MSCI juga menghapus saham-saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) berdasarkan identifikasi OJK dari perhitungan indeks global. Langkah ini mencerminkan sikap tegas institusi global terhadap sekuritas yang dinilai rentan dikendalikan oleh segelintir pihak.

Selain itu, sebanyak 13 emiten Indonesia juga keluar dari MSCI Global Small Cap Index. Emiten tersebut meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). 

Di sisi lain, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun kelas dari Global Standard Index menjadi Global Small Cap Index. Pada review kali ini, tidak ada emiten Indonesia yang masuk tambahan indeks MSCI. MSCI juga tetap mempertahankan pembekuan indeks terhadap Indonesia. Kondisi ini menandakan pasar saham domestik masih dipandang memiliki risiko terhadap kelayakan investasi global. 

Sentimen negatif tersebut turut menekan pasar saham nasional. Merespons hasil review MSCI, IHSG ditutup melemah 1,98% pada perdagangan Rabu (13/5) ke level 6.723,32. Ke depan, hasil evaluasi ini menjadi sinyal penting bagi pasar modal Indonesia untuk memperbaiki kualitas free float, transparansi kepemilikan, serta likuiditas perdagangan agar daya tarik terhadap investor global kembali meningkat.

Data Terkait

net-sell-asing-tembus-rp-117-t-pasca-msci-merilis-review-juni-2026
Ekonomi

Net Sell Asing Tembus Rp 1,17 T Pasca MSCI Merilis Review Juni 2026

IHSG ke level 5.800 pada 24 Juni 2026 diikuti dengan net sell investor asing hingga Rp 1,17 triliun setelah MSCI memberi peringatan soal status pasar modal RI.

6 hari yang lalu

saham-berbobot-besar-di-msci-tertekan-usai-pengumuman-review-juni-2026
Ekonomi

Saham Berbobot Besar di MSCI Tertekan Usai Pengumuman Review Juni 2026

Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market memicu koreksi IHSG ke 5.883,88 dan menekan sejumlah saham berbobot besar di MSCI.

6 hari yang lalu

gejolak-ihsg-sepanjang-2026-tertekan-sentimen-msci-dan-faktor-domestik
Ekonomi

Gejolak IHSG Sepanjang 2026, Tertekan Sentimen MSCI dan Faktor Domestik

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang 2026, mulai dari rekor 9.134,70 hingga melemah ke 6.116,69 seiring sentimen MSCI, aksi jual investor, dan faktor domestik.

23 Jun 2026

status-emerging-market-tetap-bertahan-msci-soroti-akses-pasar-ri
Ekonomi

Status Emerging Market Tetap Bertahan, MSCI Soroti Akses Pasar RI

Akses pasar RI masih solid di emerging market, meski sejumlah aspek aksesibilitas dinilai melemah, termasuk transparansi hingga fleksibilitas investor asing.

22 Jun 2026

hasil-review-msci-2026-skor-transparansi-saham-indonesia-dan-turki-turun
Ekonomi

Hasil Review MSCI 2026: Skor Transparansi Saham Indonesia dan Turki Turun

MSCI baru saja merilis hasil Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026 waktu setempat. Hasil tinjauan terhadap kelompok pasar berkembang (Emerging Markets) tersebut menunjukkan bahwa sejumlah negara berhasil melakukan reformasi struktural yang signifikan. Sebaliknya, Indonesia dan Turki justru harus menghadapi penurunan penilaian akibat isu transparansi.

22 Jun 2026

bobot-susut-ke-050-indonesia-masih-bertahan-di-msci-emerging-markets
Ekonomi

Bobot Susut ke 0,50%, Indonesia Masih Bertahan di MSCI Emerging Markets

Pelaku pasar menanti hasil tinjauan MSCI pada 18 Juni 2026 setelah bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets turun menjadi 0,50% dan memicu arus keluar dana asing.

18 Jun 2026