IHSG Tertekan Usai MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 06:23 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
IHSG Tertekan Usai MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia
Pada 20 April 2026, MSCI mengumumkan masih mempertahankan pembatasan saham Indonesia dalam review indeks Mei 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada pergerakan saham dan sentimen pasar Indonesia.

Pada 20 April 2026, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembaruan terkait penilaian free float saham Indonesia. MSCI saat ini sedang menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data serta indikator baru dalam konteks penentuan free float dan penilaian investability secara lebih luas.

MSCI akan tetap mempertahankan langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya dan berlaku untuk sekuritas Indonesia dalam Tinjauan Indeks Mei 2026, yaitu: akan membekukan seluruh peningkatan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), MSCI tidak akan melakukan migrasi naik antar segmen indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard Cap.

Selain itu, sesuai dengan perlakuan MSCI terhadap pasar lain dengan kondisi serupa, MSCI akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), serta menggunakan data keterbukaan kepemilikan saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float apabila diperlukan.

MSCI untuk sementara tidak akan memasukkan data dari sumber dan pengungkapan baru tersebut ke dalam penilaian free float maupun perhitungan indeks hingga proses peninjauan selesai serta masukan dari pelaku pasar diterima dan dievaluasi. Pendekatan ini bertujuan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investasi, sekaligus memberikan waktu bagi evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru diumumkan.

MSCI juga akan terus berkomunikasi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia, serta menerima masukan mengenai efektivitas data dan kebijakan baru tersebut dalam penentuan free float dan penilaian investability

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pengumuman tersebut mencerminkan pengakuan MSCI atas langkah-langkah strategis yang telah dilakukan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

“Berbagai inisiatif strategis tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Inisiatif reformasi yang menjadi perhatian MSCI antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan granularitas klasifikasi investor, implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pengakuan awal MSCI terhadap reformasi tersebut menjadi sinyal positif atas arah kebijakan pasar modal Indonesia.

“Ke depan, implementasi reformasi akan terus dijaga agar berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), yang dipicu oleh sentimen pengumuman MSCI. IHSG tercatat turun 0,46% ke level 7.559,38. Tekanan terhadap IHSG semakin berat, di mana sepanjang 2026 indeks telah melemah 13,59% secara year-to-date (ytd). 

Selain itu, pengumuman MSCI juga berdampak terhadap meningkatnya risiko aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar modal domestik. Sementara, hingga 21 April 2026, arus keluar dana asing di pasar saham Indonesia telah menembus Rp39,00 triliun secara year-to-date (ytd). Di sisi lain, bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets juga berpotensi menurun seiring risiko dikeluarkannya sejumlah saham konglomerasi dari indeks global tersebut.

MSCI dijadwalkan memberikan pembaruan lanjutan dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Pada 20 April 2026, MSCI mengumumkan masih mempertahankan pembatasan saham Indonesia dalam review indeks Mei 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada pergerakan saham dan sentimen pasar Indonesia. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Pada 20 April 2026, MSCI mengumumkan masih mempertahankan pembatasan saham Indonesia dalam review indeks Mei 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada pergerakan saham dan sentimen pasar Indonesia. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

msci-evaluasi-pasar-modal-ri-bei-soroti-9-saham-konsentrasi-tinggi
Ekonomi

MSCI Evaluasi Pasar Modal RI, BEI Soroti 9 Saham Konsentrasi Tinggi

BEI menyoroti 9 saham dengan konsentrasi tinggi seiring dengan evaluasi MSCI pada Selasa (21/4) lalu. Adapun, kepemilikan terkonsentrasi tersebut di atas 95%.

1 hari yang lalu

msci-perketat-kriteria-emiten-ri-evaluasi-pasar-modal-berlanjut
Ekonomi

MSCI Perketat Kriteria Emiten RI, Evaluasi Pasar Modal Berlanjut

MSCI memperketat kriteria saham RI dan menahan kebijakan indeks pada Mei 2026, sambil mengkaji reformasi transparansi dan dampaknya terhadap free float.

1 hari yang lalu

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

31 Mar 2026

resmi-dilantik-ini-pr-komisioner-ojk-pulihkan-pasar-modal-indonesia
Ekonomi

Resmi Dilantik, Ini PR Komisioner OJK Pulihkan Pasar Modal Indonesia

Komisioner baru OJK resmi ditetapkan DPR. Di tengah penurunan IHSG dan tekanan pasar modal sepanjang 2026, penguatan stabilitas serta kepercayaan investor menjadi pekerjaan rumah utama.

13 Mar 2026

konflik-israel-vs-iran-tekan-ihsg-saham-migas-hingga-emas-justru-naik
Ekonomi

Konflik Israel Vs Iran Tekan IHSG, Saham Migas hingga Emas Justru Naik

Ketegangan AS-Israel-Iran memicu koreksi IHSG 2,66%, namun saham migas, batu bara, dan emas justru melonjak pada 2 Maret 2026.

3 Mar 2026

dari-msci-hingga-moodys-tekanan-eksternal-goyang-pasar-saham-ri
Ekonomi

Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI

Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam.

12 Feb 2026