MSCI Evaluasi Pasar Modal RI, BEI Soroti 9 Saham Konsentrasi Tinggi

Kamis, 23 April 2026 | 14:53 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
MSCI Evaluasi Pasar Modal RI, BEI Soroti 9 Saham Konsentrasi Tinggi
Daftar Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi (HSC), Maret 2026

Morgan Stanley Capital International (MSCI) tengah melakukan evaluasi terhadap pasar modal Indonesia dengan menyoroti dampak reformasi transparansi, khususnya terkait penentuan free float dan aksesibilitas investasi. Evaluasi ini diumumkan pada Selasa (21/4) dan mencakup penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC). Dalam prosesnya, MSCI juga meminta masukan dari pelaku pasar dan investor terkait reformasi yang telah dilakukan di Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan peningkatan transparansi dengan mengecualikan saham yang masuk kategori HSC dari indeks unggulan. Langkah ini diambil untuk memastikan indeks tetap investable. HSC sendiri merupakan daftar emiten dengan kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau afiliasinya.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa publikasi daftar HSC merupakan praktik global yang bertujuan memberikan informasi tambahan kepada investor. Ia menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam daftar tersebut tidak berarti adanya pelanggaran di pasar modal, melainkan sebagai referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih transparan.

Melansir data BEI yang dihimpun Ajaib, per 31 Maret 2026 terdapat 9 saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi. Di antaranya PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang memiliki agregat kepemilikan di atas 98%. ROCK bahkan mencatatkan angka tertinggi sebesar 99,85% dengan estimasi free float sebesar 20%. 

Daftar Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi (HSC), Maret 2026 - (BEI & Ajaib/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
Daftar Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi (HSC), Maret 2026 - (BEI & Ajaib/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Selain itu, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk kategori ini. Lebih lanjut, BREN, emiten milik Prajogo Pangestu mencatatkan kepemilikan terkonsentrasi sebesar 97,31% dengan estimasi free float sebesar 12,30%. Sementara itu, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) masing-masing memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 95,47% dan 95,35%.

Data Terkait

net-sell-asing-tembus-rp-117-t-pasca-msci-merilis-review-juni-2026
Ekonomi

Net Sell Asing Tembus Rp 1,17 T Pasca MSCI Merilis Review Juni 2026

IHSG ke level 5.800 pada 24 Juni 2026 diikuti dengan net sell investor asing hingga Rp 1,17 triliun setelah MSCI memberi peringatan soal status pasar modal RI.

25 Jun 2026

saham-berbobot-besar-di-msci-tertekan-usai-pengumuman-review-juni-2026
Ekonomi

Saham Berbobot Besar di MSCI Tertekan Usai Pengumuman Review Juni 2026

Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market memicu koreksi IHSG ke 5.883,88 dan menekan sejumlah saham berbobot besar di MSCI.

25 Jun 2026

gejolak-ihsg-sepanjang-2026-tertekan-sentimen-msci-dan-faktor-domestik
Ekonomi

Gejolak IHSG Sepanjang 2026, Tertekan Sentimen MSCI dan Faktor Domestik

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang 2026, mulai dari rekor 9.134,70 hingga melemah ke 6.116,69 seiring sentimen MSCI, aksi jual investor, dan faktor domestik.

23 Jun 2026

status-emerging-market-tetap-bertahan-msci-soroti-akses-pasar-ri
Ekonomi

Status Emerging Market Tetap Bertahan, MSCI Soroti Akses Pasar RI

Akses pasar RI masih solid di emerging market, meski sejumlah aspek aksesibilitas dinilai melemah, termasuk transparansi hingga fleksibilitas investor asing.

22 Jun 2026

hasil-review-msci-2026-skor-transparansi-saham-indonesia-dan-turki-turun
Ekonomi

Hasil Review MSCI 2026: Skor Transparansi Saham Indonesia dan Turki Turun

MSCI baru saja merilis hasil Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026 waktu setempat. Hasil tinjauan terhadap kelompok pasar berkembang (Emerging Markets) tersebut menunjukkan bahwa sejumlah negara berhasil melakukan reformasi struktural yang signifikan. Sebaliknya, Indonesia dan Turki justru harus menghadapi penurunan penilaian akibat isu transparansi.

22 Jun 2026

bobot-susut-ke-050-indonesia-masih-bertahan-di-msci-emerging-markets
Ekonomi

Bobot Susut ke 0,50%, Indonesia Masih Bertahan di MSCI Emerging Markets

Pelaku pasar menanti hasil tinjauan MSCI pada 18 Juni 2026 setelah bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets turun menjadi 0,50% dan memicu arus keluar dana asing.

18 Jun 2026