Morgan Stanley Capital International (MSCI) tengah melakukan evaluasi terhadap pasar modal Indonesia dengan menyoroti dampak reformasi transparansi, khususnya terkait penentuan free float dan aksesibilitas investasi. Evaluasi ini diumumkan pada Selasa (21/4) dan mencakup penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC). Dalam prosesnya, MSCI juga meminta masukan dari pelaku pasar dan investor terkait reformasi yang telah dilakukan di Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan peningkatan transparansi dengan mengecualikan saham yang masuk kategori HSC dari indeks unggulan. Langkah ini diambil untuk memastikan indeks tetap investable. HSC sendiri merupakan daftar emiten dengan kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau afiliasinya.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa publikasi daftar HSC merupakan praktik global yang bertujuan memberikan informasi tambahan kepada investor. Ia menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam daftar tersebut tidak berarti adanya pelanggaran di pasar modal, melainkan sebagai referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih transparan.
Melansir data BEI yang dihimpun Ajaib, per 31 Maret 2026 terdapat 9 saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi. Di antaranya PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang memiliki agregat kepemilikan di atas 98%. ROCK bahkan mencatatkan angka tertinggi sebesar 99,85% dengan estimasi free float sebesar 20%.
Selain itu, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk kategori ini. Lebih lanjut, BREN, emiten milik Prajogo Pangestu mencatatkan kepemilikan terkonsentrasi sebesar 97,31% dengan estimasi free float sebesar 12,30%. Sementara itu, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) masing-masing memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 95,47% dan 95,35%.