Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61% yoy pada triwulan I-2026. BPS mencatat, pertumbuhan tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang meningkat 5,52% yoy seiring momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendorong mobilitas serta belanja masyarakat.
Selain itu, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 815 triliun atau 21,2% dari APBN, ditopang percepatan belanja Kementerian/Lembaga, program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp 51 triliun hingga Maret 2026, serta stimulus pemerintah seperti diskon tarif dan penyaluran THR ASN yang turut diperkuat sektor swasta.
Guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2026, pemerintah membuka peluang pemberian stimulus tambahan. Pemerintah menyiapkan subsidi pembelian motor listrik baru sebesar Rp 5 juta per unit untuk kuota 100 ribu unit. Sementara itu, insentif mobil listrik diberikan melalui pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 40%-100% untuk kuota 100 ribu unit. Penyaluran subsidi tersebut dijadwalkan mulai Juni 2026.
Selain kendaraan listrik, pemerintah juga akan menyalurkan gaji ke-13 bagi ASN pada Juni 2026 dengan estimasi nilai mencapai Rp 55 triliun guna menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah turut mempercepat penyaluran bantuan sosial reguler tahap II. Program Keluarga Harapan (PKH) ditargetkan menjangkau sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat dengan target penyaluran kuartal II sebesar Rp 7,3 triliun.
Sedangkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menyasar 18,8 juta keluarga dengan target penyaluran mencapai 100%. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada 33,2 juta keluarga desil 1-4 berupa minyak goreng 2 liter dan beras 10 kilogram untuk kebutuhan April-Juni.
Di sisi lain, pemerintah memperkuat investasi dan sektor riil melalui percepatan pembiayaan. Target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit program lainnya mencapai Rp 160 triliun hingga triwulan II-2026. Pemerintah juga mengakselerasi Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program tersebut menargetkan pembangunan 350 ribu unit rumah dengan alokasi anggaran Rp 37,1 triliun, dimana sekitar 81 ribu unit rumah direncanakan dibangun pada triwulan II-2026. Langkah stimulus ini diharapkan dapat menjaga konsumsi, memperkuat investasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.