Kenaikan Harga Energi Tekan Konsumsi RT, Terutama Kelas Menengah

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kenaikan Harga Energi Tekan Konsumsi RT, Terutama Kelas Menengah
Pangsa Konsumsi Energi Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Kelompok Masyarakat, 2025

Konsumsi rumah tangga Indonesia tercatat hanya tumbuh 5,52% secara tahunan (yoy) pada triwulan I-2026. Padahal, menurut data BPS, komponen pengeluaran rumah tangga masih menjadi kontributor utama terhadap perekonomian nasional dengan sumbangan mencapai 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada periode tersebut.

Di sisi lain, lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik turut menekan daya beli masyarakat. Data Investing mencatat, hingga Kamis (7/5) pukul 20.28 WIB, harga minyak berjangka Brent telah mencapai US$ 97,47 per barel atau naik 60,44% sepanjang 2026. 

Menurut laporan LPEM FEB UI bertajuk “Indonesia Economic Outlook, Q2-2026”, proporsi pengeluaran energi rumah tangga Indonesia mencapai 8,3% dari total pengeluaran pada 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Jepang, Afrika Selatan, dan sejumlah negara maju lainnya, sehingga kenaikan harga energi dinilai semakin membebani anggaran rumah tangga.

LPEM FEB UI juga menemukan bahwa kelas menengah dan calon kelas menengah menjadi kelompok yang paling terdampak kenaikan harga energi. Pangsa konsumsi energi kelas menengah tercatat mencapai 8,86% dari total pengeluaran, sedangkan calon kelas menengah sebesar 8,18%.

Pangsa Konsumsi Energi Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Kelompok Masyarakat, 2025 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Pangsa Konsumsi Energi Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Kelompok Masyarakat, 2025 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Kondisi tersebut menunjukkan kedua kelompok berpotensi menanggung beban proporsional terbesar akibat kenaikan harga energi maupun reformasi subsidi energi. Selain memiliki tingkat konsumsi energi yang tinggi, kelompok ini umumnya juga tidak tercakup dalam program bantuan sosial sehingga lebih rentan menghadapi tekanan biaya hidup.

Selain kelas menengah, kelompok masyarakat lainnya juga menghadapi tekanan serupa. LPEM FEB UI mencatat, pangsa pengeluaran energi kelompok atas mencapai 7,15%, kelompok rentan sebesar 7,07%, dan kelompok miskin 6,28%. Meski persentasenya lebih rendah, rumah tangga miskin dinilai tetap rentan karena memiliki ruang penyesuaian belanja yang lebih sempit dan ketergantungan lebih besar terhadap energi bersubsidi. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa lonjakan harga energi berpotensi memperlemah konsumsi rumah tangga dan menekan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Data Terkait

konsumsi-rumah-tangga-belum-maksimal-dorong-pdb-ini-faktornya
Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Belum Maksimal Dorong PDB, Ini Faktornya

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun, lemahnya daya beli dan dominasi pekerja informal menahan pertumbuhan konsumsi.

8 jam yang lalu

jaga-pertumbuhan-ekonomi-pemerintah-siapkan-stimulus-di-tw-ii-2026
Ekonomi

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Stimulus di TW II-2026

Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tambahan pada triwulan II-2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mulai dari insentif kendaraan listrik hingga bansos.

1 hari yang lalu

pertumbuhan-manufaktur-nasional-dibayangi-lonjakan-harga-energi
Ekonomi

Pertumbuhan Manufaktur Nasional Dibayangi Lonjakan Harga Energi

Kenaikan harga energi global berpotensi menekan industri manufaktur Indonesia. Sejumlah subsektor tercatat sensitif terhadap lonjakan biaya energi.

5 hari yang lalu

industri-mamin-jadi-tulang-punggung-pdb-manufaktur-di-triwulan-i-2026
Ekonomi

Industri Mamin Jadi Tulang Punggung PDB Manufaktur di Triwulan I-2026

Sektor manufaktur menyumbang 19,07% terhadap PDB Indonesia pada triwulan I-2026. Industri makanan dan minuman menjadi subsektor terbesar.

5 hari yang lalu

pekerja-informal-kian-dominan-tertekan-pelemahan-manufaktur
Ekonomi

Pekerja Informal Kian Dominan, Tertekan Pelemahan Manufaktur

Porsi pekerja informal di Indonesia terus meningkat menjadi 59,42% pada Februari 2026. Pelemahan manufaktur memicu penyusutan lapangan kerja formal.

6 hari yang lalu

manufaktur-jadi-penopang-utama-pdb-serapan-kerja-masih-minim
Ekonomi

Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim

Industri manufaktur menyumbang PDB terbesar di Indonesia pada triwulan I-2026. Namun, pertumbuhan dan serapan tenaga kerjanya masih terbatas.

6 hari yang lalu