Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim

Kamis, 7 Mei 2026 | 18:39 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim
Nilai Ekspor dan Serapan Industri Manufaktur, Januari-Maret 2025-2026

Industri pengolahan atau manufaktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional pada triwulan I-2026. Melansir data BPS, distribusi produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur mencapai 19,07% terhadap total PDB Indonesia. Meski menjadi penyumbang terbesar, pertumbuhan sektor ini tercatat hanya sebesar 5,04% dan belum masuk dalam 5 besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada periode tersebut.

Dari sisi perdagangan internasional, kinerja ekspor manufaktur sepanjang Januari-Maret 2026 masih tumbuh terbatas. BPS mencatat, nilai ekspor industri manufaktur mencapai US$ 54,98 miliar atau naik 3,95% secara tahunan (yoy). 

Walaupun pertumbuhannya relatif tipis, sektor manufaktur tetap mendominasi ekspor nasional. Pangsa ekspor manufaktur terhadap total ekspor Indonesia mencapai 82,2% pada triwulan I-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 79,4%.

Nilai Ekspor dan Serapan Industri Manufaktur, Januari-Maret 2025-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Nilai Ekspor dan Serapan Industri Manufaktur, Januari-Maret 2025-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Di tengah dominasi kontribusinya terhadap PDB dan ekspor nasional, industri manufaktur masih menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Data BPS menunjukkan, hingga Februari 2026, serapan tenaga kerja sektor manufaktur hanya mencapai 13,57%. Angka tersebut memang meningkat tipis dibanding Februari 2025 yang sebesar 13,45%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa industri manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dari sisi kontribusi PDB dan ekspor. Namun, pertumbuhan sektor ini belum sepenuhnya diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja secara signifikan. Ke depan, penguatan hilirisasi industri dan ekspansi investasi manufaktur dinilai penting agar sektor ini mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Data Terkait

pemulihan-pasca-perang-iran-as-belum-mampu-dorong-ekonomi-global
Ekonomi

Pemulihan Pasca Perang Iran-AS Belum Mampu Dorong Ekonomi Global

OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8% dari 3,4% meski Iran dan AS telah menandatangani MoU perdamaian pasca konflik.

6 hari yang lalu

potensi-mesin-pertumbuhan-baru-konser-internasional-sumbang-pdb-rp-435-m
Ekonomi

Potensi Mesin Pertumbuhan Baru, Konser Internasional Sumbang PDB Rp 435 M

Konser internasional mampu menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 843,29 miliar dan menyumbang PDB sebesar Rp 435,65 miliar melalui efek berganda di berbagai sektor usaha.

4 Jun 2026

sektor-informal-melejit-di-tengah-badai-phk-awal-tahun-2026
Ekonomi

Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026

Data BPS menunjukkan dominasi sektor informal yang masih kuat sepanjang periode 2022 hingga awal tahun 2026.

22 Mei 2026

konsumsi-rumah-tangga-belum-maksimal-dorong-pdb-ini-faktornya
Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Belum Maksimal Dorong PDB, Ini Faktornya

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun, lemahnya daya beli dan dominasi pekerja informal menahan pertumbuhan konsumsi.

13 Mei 2026

jaga-pertumbuhan-ekonomi-pemerintah-siapkan-stimulus-di-tw-ii-2026
Ekonomi

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Stimulus di TW II-2026

Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tambahan pada triwulan II-2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mulai dari insentif kendaraan listrik hingga bansos.

12 Mei 2026

pertumbuhan-manufaktur-nasional-dibayangi-lonjakan-harga-energi
Ekonomi

Pertumbuhan Manufaktur Nasional Dibayangi Lonjakan Harga Energi

Kenaikan harga energi global berpotensi menekan industri manufaktur Indonesia. Sejumlah subsektor tercatat sensitif terhadap lonjakan biaya energi.

8 Mei 2026