Pekerja Informal Kian Dominan, Tertekan Pelemahan Manufaktur

Kamis, 7 Mei 2026 | 19:08 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pekerja Informal Kian Dominan, Tertekan Pelemahan Manufaktur
Proporsi Pekerja Formal dan Informal Indonesia, Februari 2024-2026

Pekerja informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan Indonesia. Melansir data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, proporsi pekerja informal mencapai 59,42%, sedangkan pekerja formal hanya sebesar 40,58%. 

Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, porsi pekerja formal justru mengalami penurunan. Pada Februari 2024, proporsi pekerja formal masih mencapai 40,83%, sementara pekerja informal sebesar 59,17%.

Proporsi Pekerja Formal dan Informal Indonesia, Februari 2024-2026 - (BPS & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Proporsi Pekerja Formal dan Informal Indonesia, Februari 2024-2026 - (BPS & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) menilai menyusutnya porsi tenaga kerja formal menjadi sinyal melemahnya penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia. CORE menjelaskan, persoalan ini bersifat struktural dan berkaitan erat dengan melemahnya sektor industri pengolahan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, sektor manufaktur selama ini menjadi penyerap utama tenaga kerja formal dengan produktivitas yang relatif tinggi.

Melansir data BPS, angka serapan tenaga kerja manufaktur hanya mencapai 13,57%. Di samping itu pertumbuhan industri ini di triwulan I-2026 hanya sebesar 5,04% dan belum masuk dalam jajaran 5 besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada periode tersebut.

Di sisi lain, CORE turut menyoroti menurunnya elastisitas penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini lebih banyak ditopang oleh sektor padat modal dan komoditas yang tidak menyerap banyak tenaga kerja. 

Dari sisi dunia usaha, ketidakpastian regulasi serta tekanan biaya membuat banyak perusahaan menahan ekspansi dan lebih memilih pola kerja fleksibel seperti outsourcing maupun kontrak jangka pendek. Ketika pekerja kehilangan pekerjaan formal, sebagian besar akhirnya masuk ke sektor informal dan sulit kembali ke sektor formal dalam waktu singkat. 

Akibatnya, produktivitas agregat menurun, basis pajak menyempit, dan daya beli kelas menengah ikut melemah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sektor industri dan penciptaan lapangan kerja formal.

Data Terkait

manufaktur-jadi-penopang-utama-pdb-serapan-kerja-masih-minim
Ekonomi

Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim

Industri manufaktur menyumbang PDB terbesar di Indonesia pada triwulan I-2026. Namun, pertumbuhan dan serapan tenaga kerjanya masih terbatas.

3 jam yang lalu

10-sektor-melesat-di-triwulan-i-2026-akomodasi-mamin-teratas
Ekonomi

10 Sektor Melesat di Triwulan I-2026, Akomodasi Mamin Teratas

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% yoy pada triwulan I-2026. Sektor makan minum melonjak 13,14% yoy, mencatat pertumbuhan tertinggi pada komponen lapangan usaha.

1 hari yang lalu

ragam-regulasi-pekerja-informal-bagaimana-dengan-indonesia
Ekonomi

Ragam Regulasi Pekerja Informal, Bagaimana dengan Indonesia?

Fenomena dominasi sektor informal masih menjadi tantangan struktural yang nyata bagi stabilitas ekonomi di berbagai negara berkembang di dunia.

23 Apr 2026