Pertumbuhan Manufaktur Nasional Dibayangi Lonjakan Harga Energi

Jumat, 8 Mei 2026 | 15:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pertumbuhan Manufaktur Nasional Dibayangi Lonjakan Harga Energi
10 Subsektor Manufaktur dengan Pengeluaran Energi Tertinggi, 2017-2021

Melambungnya harga energi global berpotensi meningkatkan tekanan terhadap industri manufaktur Indonesia. Data Investing mencatat, hingga Kamis (7/5) pukul 20.28 WIB, harga minyak berjangka Brent telah mencapai US$ 97,47 per barel atau naik 60,44% sepanjang 2026. Kenaikan harga minyak tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya produksi industri, terutama sektor manufaktur yang masih bergantung pada energi fosil.

Di sisi lain, BPS melaporkan pertumbuhan sektor manufaktur pada triwulan I-2026 hanya mencapai 5,04% dan belum masuk dalam 5 besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi. Padahal, sektor ini masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 19,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada periode tersebut.

Menurut laporan LPEM FEB UI bertajuk “Indonesia Economic Outlook, Q2-2026”, sektor mineral nonlogam menjadi salah satu industri dengan ketergantungan energi tinggi. LPEM FEB UI mencatat, pengeluaran migas sektor ini mencapai 10,34% dari total input, sedangkan pengeluaran energi secara keseluruhan sebesar 23,41%. 

Tingginya penggunaan energi tersebut mencerminkan kebutuhan tungku dan kiln dalam produksi semen, kaca, dan keramik. Selain itu, subsektor reparasi dan instalasi mencatat pengeluaran minyak dan gas langsung sebesar 2,66% dari total input, disusul kayu dan produk kayu sebesar 2,45%, serta peralatan transportasi lainnya sebesar 2,01%.

10 Subsektor Manufaktur dengan Pengeluaran Energi Tertinggi, 2017-2021 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
10 Subsektor Manufaktur dengan Pengeluaran Energi Tertinggi, 2017-2021 - (LPEM FEB UI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

LPEM FEB UI juga menyoroti bahwa tingginya pengeluaran energi tidak selalu menunjukkan ketergantungan besar terhadap minyak dan gas. Sektor mesin dan peralatan serta tekstil termasuk kelompok dengan pengeluaran energi tinggi, namun porsi migasnya masih di bawah 1% dari total input karena lebih banyak menggunakan listrik dibanding bahan bakar minyak. 

Meski demikian, kenaikan harga minyak yang diikuti lonjakan harga energi lainnya tetap perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan biaya produksi, menekan margin industri, serta memperlambat kinerja manufaktur nasional ke depan.

Data Terkait

konsumsi-rumah-tangga-belum-maksimal-dorong-pdb-ini-faktornya
Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Belum Maksimal Dorong PDB, Ini Faktornya

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun, lemahnya daya beli dan dominasi pekerja informal menahan pertumbuhan konsumsi.

8 jam yang lalu

jaga-pertumbuhan-ekonomi-pemerintah-siapkan-stimulus-di-tw-ii-2026
Ekonomi

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Stimulus di TW II-2026

Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tambahan pada triwulan II-2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mulai dari insentif kendaraan listrik hingga bansos.

1 hari yang lalu

kenaikan-harga-energi-tekan-konsumsi-rt-terutama-kelas-menengah
Ekonomi

Kenaikan Harga Energi Tekan Konsumsi RT, Terutama Kelas Menengah

Lonjakan harga energi global menekan konsumsi rumah tangga Indonesia. Kelas menengah menjadi kelompok paling terdampak kenaikan biaya energi.

5 hari yang lalu

industri-mamin-jadi-tulang-punggung-pdb-manufaktur-di-triwulan-i-2026
Ekonomi

Industri Mamin Jadi Tulang Punggung PDB Manufaktur di Triwulan I-2026

Sektor manufaktur menyumbang 19,07% terhadap PDB Indonesia pada triwulan I-2026. Industri makanan dan minuman menjadi subsektor terbesar.

5 hari yang lalu

pekerja-informal-kian-dominan-tertekan-pelemahan-manufaktur
Ekonomi

Pekerja Informal Kian Dominan, Tertekan Pelemahan Manufaktur

Porsi pekerja informal di Indonesia terus meningkat menjadi 59,42% pada Februari 2026. Pelemahan manufaktur memicu penyusutan lapangan kerja formal.

6 hari yang lalu

manufaktur-jadi-penopang-utama-pdb-serapan-kerja-masih-minim
Ekonomi

Manufaktur Jadi Penopang Utama PDB, Serapan Kerja Masih Minim

Industri manufaktur menyumbang PDB terbesar di Indonesia pada triwulan I-2026. Namun, pertumbuhan dan serapan tenaga kerjanya masih terbatas.

6 hari yang lalu