Rupiah Melemah ke Rp 17.400 Bebani Dunia Usaha hingga Ruang Fiskal

Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rupiah Melemah ke Rp 17.400 Bebani Dunia Usaha hingga Ruang Fiskal
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Sektor Ekonomi, 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami pelemahan. Pada Senin (11/5), kurs rupiah menembus Rp 17.406 per dolar AS. Sepanjang 2026, nilai tukar tersebut telah terkoreksi sebesar 4,01%. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap tekanan biaya di sektor usaha maupun daya beli masyarakat.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja dunia usaha, terutama dari sisi biaya produksi. Meski pertumbuhan ekonomi makro masih terlihat solid, biaya operasional justru meningkat akibat depresiasi rupiah, sehingga menekan dunia usaha.

Bagi industri yang masih bergantung pada impor bahan baku, pelemahan rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan cost of goods sold atau Harga Pokok Penjualan (HPP). Harga bahan baku impor yang semakin mahal menyebabkan beban produksi meningkat signifikan. Situasi ini mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi hingga menahan ekspansi bisnis demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Sektor Ekonomi, 2026 - (Apindo & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Sektor Ekonomi, 2026 - (Apindo & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Tidak hanya dunia usaha, pelemahan rupiah juga mulai dirasakan masyarakat. Akademisi UGM menilai, dampak tersebut tercermin pada naiknya harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga produk kesehatan. Selain itu, depresiasi rupiah turut membebani anggaran negara, khususnya pada subsidi energi dan pembayaran utang luar negeri. 

Ketergantungan terhadap komponen impor menyebabkan beban subsidi meningkat ketika rupiah melemah. Kondisi ini juga membuat ruang fiskal pemerintah semakin terbatas untuk membiayai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan sosial ke depan.

Data Terkait

investasi-semester-i-2026-tembus-rp-10106-t-serap-145-juta-pekerja
Ekonomi

Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010,6 T, Serap 1,45 Juta Pekerja

Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta pekerja.

20 Agu 2026

pemerintah-siapkan-7-strategi-ekonomi-dan-fiskal-ri-2027
Ekonomi

Pemerintah Siapkan 7 Strategi Ekonomi dan Fiskal RI 2027

Pemerintah resmi merumuskan arah kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2027.

14 Agu 2026

ekonomi-semester-i-2026-tumbuh-545-dan-raih-peringkat-positif
Ekonomi

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45% dan Raih Peringkat Positif

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini.

14 Agu 2026

elastisitas-pdb-terhadap-kesempatan-kerja-manufaktur-ri-unggul-di-asia
Ekonomi

Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia

Elastisitas PDB terhadap kesempatan kerja manufaktur Indonesia mencapai 0,804, lebih tinggi dari Vietnam, Malaysia, dan China. Meski demikian sektor jasa dan pertanian relatif tertinggal.

10 Agu 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026

inflasi-harga-produsen-melonjak-sektor-tambang-catat-kenaikan-tertinggi
Ekonomi

Inflasi Harga Produsen Melonjak, Sektor Tambang Catat Kenaikan Tertinggi

Inflasi harga produsen mencapai 5,62% yoy pada triwulan II-2026 yang didorong sektor tambang dengan inflasi sebesar 16,86% yoy.

5 Agu 2026