Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih berada pada zona optimistis pada Februari 2026. Adapun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat sebesar 125,2. Meski sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 127,0, level tersebut masih menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang relatif kuat.
Optimisme konsumen didorong oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi yang tetap kuat terhadap prospek ekonomi ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya tahan konsumsi rumah tangga masih cukup solid di tengah berbagai sentimen ekonomi global.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, tingkat keyakinan konsumen tetap berada pada level optimis di seluruh kategori. IKK tertinggi tercatat pada kelompok responden dengan pengeluaran lebih dari Rp 5 juta per bulan sebesar 129,2. Namun demikian, sebagian kelompok pengeluaran mencatatkan penurunan optimisme dibandingkan bulan sebelumnya, kecuali kelompok pengeluaran Rp 3,1-5 juta yang masih menunjukkan peningkatan.
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan adanya potensi tekanan dari faktor eksternal, terutama melalui jalur energi dan logistik global. Eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang memicu penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi energi dunia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 per barel diperkirakan dapat menambah beban APBN sekitar Rp10,3 triliun. Jika tekanan tersebut berlanjut, dampaknya dapat merembet pada kenaikan harga pangan dan daya beli masyarakat, terutama di tengah inflasi yang mencapai 4,76% yoy pada Februari 2026.