Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya

Selasa, 17 Maret 2026 | 19:04 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 16-17 Maret 2026. Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,5%. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan global yang meningkat.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global. - (Bank Indonesia/Diproduksi Gemini AI)
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global. - (Bank Indonesia/Diproduksi Gemini AI)

Adapun keputusan tersebut difokuskan untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Sepanjang 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 3,7% hingga menyentuh level Rp 17.001 per dolar AS.

Di sisi lain, BI juga mempertimbangkan risiko inflasi yang masih tinggi. Hingga Februari 2026, inflasi tercatat mencapai 4,76% yoy. Tekanan inflasi berpotensi meningkat akibat lonjakan harga energi global, seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik geopolitik. Kondisi ini berisiko mendorong inflasi impor dan menambah beban ekonomi domestik.

Data Trading Economics mencatat, harga minyak mentah WTI mencapai US$ 95,65/barel pada Selasa (17/3) pukul 18.10 WIB atau naik 66,87% sepanjang 2026. Sedangkan harga minyak Brent telah naik 69,79% year-to-date (ytd) menjadi US$ 103,15/barel pada periode yang sama.

Lonjakan harga minyak tersebut juga berpotensi memperlebar defisit anggaran, sehingga menambah kekhawatiran pasar terhadap kemampuan fiskal Indonesia untuk mempertahankan batas defisit anggaran di angka 3%. Di tengah kekhawatiran tersebut, prospek negatif dari berbagai lembaga pemeringkat global turut menekan sentimen pasar. 

Dengan berbagai tekanan ini, ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga menjadi terbatas, sehingga kebijakan mempertahankan suku bunga dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.

Data Terkait

imf-rilis-world-economic-outlook-juli-2026-ini-prospek-ekonomi-ri
Ekonomi

IMF Rilis World Economic Outlook Juli 2026, Ini Prospek Ekonomi RI

IMF mempertahankan proyeksi ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026 dan 5,1% pada 2027, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan negara berkembang.

1 hari yang lalu

imf-pertahankan-proyeksi-pdb-ri-5-di-tengah-perlambatan-ekonomi-dunia
Ekonomi

IMF Pertahankan Proyeksi PDB RI 5% di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% pada 2026 dan 5,1% pada 2027, di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara dunia.

1 hari yang lalu

praktik-independensi-bank-sentral-di-berbagai-negara
Hukum & Keamanan

Praktik Independensi Bank Sentral di Berbagai Negara

Independensi bank sentral menjadi sorotan seiring revisi UU P2SK. Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang memiliki pengaturan berbeda terkait peran pemerintah dalam kebijakan moneter.

30 Jun 2026

bi-rate-tembus-575-ini-dampaknya-ke-deposito-obligasi-dan-saham
Ekonomi

BI Rate Tembus 5,75%, Ini Dampaknya ke Deposito, Obligasi, dan Saham

BI Rate mencapai 5,75% pada Juni 2026 setelah naik 100 bps dalam sebulan. Deposito diuntungkan, sementara obligasi dan saham menghadapi tekanan.

23 Jun 2026

bi-rate-naik-ke-575-saat-the-fed-masih-tahan-suku-bunga
Ekonomi

BI Rate Naik ke 5,75% Saat The Fed Masih Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% pada Juni 2026 di saat The Fed cenderung menahan suku bunga di level 3,75% sepanjang 2026.

18 Jun 2026

gejolak-timur-tengah-tekan-rupiah-bi-rate-tembus-550-persen
Ekonomi

Gejolak Timur Tengah Tekan Rupiah, BI Rate Tembus 5,50 Persen

BI Rate naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan kembali naik 25 bps menjadi 5,50% pada Juni 2026. Secara kumulatif, suku bunga acuan telah naik 75 bps dalam dua bulan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

10 Jun 2026