Perputaran Uang Mudik Lebaran 2026 Bisa Tembus Rp 160 T, Ini Faktornya

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:06 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Perputaran Uang Mudik Lebaran 2026 Bisa Tembus Rp 160 T, Ini Faktornya
Perputaran uang saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp 148-160 triliun, didorong lonjakan konsumsi, stimulus pemerintah, dan jumlah pemudik besar.

Periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui lonjakan konsumsi masyarakat. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet memperkirakan perputaran uang selama Ramadan hingga Lebaran tahun ini berada di kisaran Rp 148-160 triliun, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi sekitar 35-36 juta kepala keluarga yang melakukan perjalanan mudik dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp 4-4,5 juta selama periode Ramadan hingga Lebaran. Besarnya konsumsi ini mencerminkan peran signifikan tradisi mudik dalam mendorong aktivitas ekonomi domestik, khususnya di sektor transportasi, makanan, dan ritel.

Perputaran uang saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp 148-160 triliun, didorong lonjakan konsumsi, stimulus pemerintah, dan jumlah pemudik besar. - (CORE Indonesia & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)
Perputaran uang saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp 148-160 triliun, didorong lonjakan konsumsi, stimulus pemerintah, dan jumlah pemudik besar. - (CORE Indonesia & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai lonjakan konsumsi selama momen Lebaran berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Konsumsi rumah tangga diperkirakan meningkat sekitar 10-15%, sehingga mendukung target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4-5,5%.

Sejumlah indikator ekonomi turut memperkuat proyeksi tersebut, salah satunya yaitu indeks keyakinan konsumen yang masih berada di level optimistis yakni di level 125,2 pada Februari 2026. Di samping itu, aktivitas manufaktur juga masih ekspansif dengan Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang berada di level 53,8 di Februari 2026, serta penjualan ritel yang mulai meningkat menjelang Ramadan. Adapun data Bank Indonesia mencatat, angka pertumbuhan Indeks Penjualan Ritel (IPR) Indonesia masih bertumbuh 4,4% secara bulanan (month to month/mtm) pada Februari 2026. 

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus untuk mendorong mobilitas masyarakat, mulai dari diskon tarif transportasi sebesar Rp 911,6 miliar, penyaluran THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan sebesar Rp 65 triliun, hingga dorongan THR sektor swasta dan kebijakan work from anywhere (WFA) yang memperluas fleksibilitas perjalanan.

Data Terkait

investasi-semester-i-2026-tembus-rp-10106-t-serap-145-juta-pekerja
Ekonomi

Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010,6 T, Serap 1,45 Juta Pekerja

Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta pekerja.

20 Agu 2026

pemerintah-siapkan-7-strategi-ekonomi-dan-fiskal-ri-2027
Ekonomi

Pemerintah Siapkan 7 Strategi Ekonomi dan Fiskal RI 2027

Pemerintah resmi merumuskan arah kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2027.

14 Agu 2026

ekonomi-semester-i-2026-tumbuh-545-dan-raih-peringkat-positif
Ekonomi

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45% dan Raih Peringkat Positif

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini.

14 Agu 2026

elastisitas-pdb-terhadap-kesempatan-kerja-manufaktur-ri-unggul-di-asia
Ekonomi

Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia

Elastisitas PDB terhadap kesempatan kerja manufaktur Indonesia mencapai 0,804, lebih tinggi dari Vietnam, Malaysia, dan China. Meski demikian sektor jasa dan pertanian relatif tertinggal.

10 Agu 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026

inflasi-harga-produsen-melonjak-sektor-tambang-catat-kenaikan-tertinggi
Ekonomi

Inflasi Harga Produsen Melonjak, Sektor Tambang Catat Kenaikan Tertinggi

Inflasi harga produsen mencapai 5,62% yoy pada triwulan II-2026 yang didorong sektor tambang dengan inflasi sebesar 16,86% yoy.

5 Agu 2026