Rupiah Terpuruk ke Rp 17.500, Tekanan Fiskal dan Modal Asing Disorot

Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rupiah Terpuruk ke Rp 17.500, Tekanan Fiskal dan Modal Asing Disorot
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah, 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami pelemahan sepanjang 2026. Hingga Selasa (12/05), rupiah bahkan sempat menyentuh level terendah sepanjang masa di posisi Rp 17.535 per dolar AS. Secara year to date, rupiah telah terdepresiasi sebesar 5,16%.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai, pelemahan rupiah dipicu berbagai tekanan dari sisi domestik. Salah satunya berasal dari arus modal asing keluar atau capital outflow yang mencapai US$ 1,7 miliar pada triwulan I-2026. Kondisi ini berbalik dibandingkan triwulan I-2025 yang masih mencatat capital inflow sebesar US$ 1,6 miliar. Selain itu, cadangan devisa Indonesia juga turun 4,13% yoy menjadi US$ 146,2 miliar pada April 2026.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah, Triwulan I-2026 - (INDEF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah, Triwulan I-2026 - (INDEF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Tekanan lain berasal dari kondisi fiskal pemerintah yang semakin melebar. Defisit fiskal melonjak 140,5% yoy menjadi Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap PDB pada triwulan I-2026. Di sisi lain, keseimbangan primer juga mencatat defisit sebesar Rp 95,8 triliun pada periode tersebut. Angka ini berbalik dibandingkan tahun lalu yang masih mencatat surplus Rp 21,8 triliun akibat meningkatnya tekanan fiskal dan kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Menurut INDEF, ketika keseimbangan primer mengalami defisit, pemerintah harus menarik utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal Indonesia sehingga ketergantungan terhadap utang akan makin dalam. 

Untuk mengantisipasi pelemahan rupiah, INDEF merekomendasikan penguatan cadangan devisa, mendorong Devisa Hasil Ekspor (DHE), menjaga pasokan valas, hingga menstabilkan persepsi investor. Pemerintah juga perlu menjaga kebijakan ekonomi agar tetap konsisten sehingga risiko makro Indonesia tetap terkendali di mata investor.

Data Terkait

rupiah-melemah-ke-rp-17400-bebani-dunia-usaha-hingga-ruang-fiskal
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp 17.400 Bebani Dunia Usaha hingga Ruang Fiskal

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus Rp 17.406 per dolar AS. Kondisi ini menekan dunia usaha, konsumsi masyarakat, hingga ruang fiskal pemerintah.

2 hari yang lalu

harga-minyak-kian-melambung-negara-asean-hadapi-kerentanan-fiskal
Ekonomi

Harga Minyak Kian Melambung, Negara ASEAN Hadapi Kerentanan Fiskal

Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan tekanan inflasi dan fiskal di ASEAN. Thailand, Laos, dan Kamboja menjadi negara paling rentan.

5 Mei 2026

defisit-apbn-indonesia-melonjak-125-dalam-sedekade
Ekonomi

Defisit APBN Indonesia Melonjak 125% dalam Sedekade

Dalam sedekade, defisit APBN melonjak 125,4% menjadi Rp 695,1 triliun pada 2025 atau 2,92% terhadap PDB. Hingga Januari 2026, defisit telah mencapai Rp 54,6 triliun.

24 Feb 2026

pelemahan-rupiah-paling-signifikan-sepanjang-masa
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Paling Signifikan Sepanjang Masa

Nilai tukar rupiah berulang kali jatuh akibat krisis ekonomi, politik, dan guncangan global sejak 1997 hingga awal 2026.

23 Jan 2026

defisit-apbn-2025-tembus-rp-695-triliun-melambung-99-dalam-5-tahun
Ekonomi

Defisit APBN 2025 Tembus Rp 695 Triliun, Melambung 99% dalam 5 Tahun

Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% PDB, naik 99% sejak 2019.

21 Jan 2026