PDB Triwulan I-2026 Capai 5,61%, Konsumsi Pemerintah Melonjak Signifikan

Rabu, 6 Mei 2026 | 08:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
PDB Triwulan I-2026 Capai 5,61%, Konsumsi Pemerintah Melonjak Signifikan
Komponen Pengeluaran dengan Pertumbuhan Tertinggi Triwulan I-2026

Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% yoy pada triwulan I-2026. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 21,81% yoy. 

Menurut BPS, lonjakan tersebut dipicu peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 atau THR, serta kenaikan belanja barang dan jasa pemerintah terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komponen Pengeluaran dengan Pertumbuhan Tertinggi Triwulan I-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Komponen Pengeluaran dengan Pertumbuhan Tertinggi Triwulan I-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Selain konsumsi pemerintah, impor juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 7,18%. Kenaikan impor terjadi seiring meningkatnya harga barang-barang impor akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu krisis suplai migas global. Di sisi lain, konsumsi LNPRT tumbuh 6,28% yoy. Konsumsi LNPRT merupakan pengeluaran Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

BPS juga mencatat, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 5,96% yoy, sedangkan konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama PDB pengeluaran meningkat 5,52% yoy. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada kelompok restoran dan hotel yang naik 7,38% seiring meningkatnya aktivitas wisata selama liburan yang tercermin dari kenaikan perjalanan wisatawan nusantara. Sementara itu, konsumsi transportasi dan komunikasi tumbuh 6,91% didorong tingginya mobilitas masyarakat melalui peningkatan jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara.

Pada komponen PMTB, pertumbuhan tertinggi terjadi pada subkomponen kendaraan yang melonjak 12,39%. Subkomponen mesin dan perlengkapan juga tumbuh 10,78% sejalan dengan meningkatnya impor barang modal jenis mesin serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin. BPS menyebut, pertumbuhan PMTB juga didukung peningkatan realisasi investasi BKPM sebesar 7,22%. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor cenderung melambat dan hanya mencapai 0,90%.

Data Terkait

pertanian-jadi-tulang-punggung-penyerapan-tenaga-kerja-nasional-pada-februari-2026
Ekonomi

Pertanian Jadi Tulang Punggung Penyerapan Tenaga Kerja Nasional pada Februari 2026

Struktur ketenagakerjaan di Indonesia pada Februari 2026 didominasi sektor pertanian, yang menyerap 42,49 juta tenaga kerja atau sekitar 28,77% dari total 147,67 juta penduduk bekerja.

1 hari yang lalu

10-sektor-melesat-di-triwulan-i-2026-akomodasi-mamin-teratas
Ekonomi

10 Sektor Melesat di Triwulan I-2026, Akomodasi Mamin Teratas

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% yoy pada triwulan I-2026. Sektor makan minum melonjak 13,14% yoy, mencatat pertumbuhan tertinggi pada komponen lapangan usaha.

1 hari yang lalu

inflasi-april-2026-melambat-kebijakan-fiskal-moneter-dioptimalkan
Ekonomi

Inflasi April 2026 Melambat, Kebijakan Fiskal Moneter Dioptimalkan

Inflasi April 2026 turun menjadi 2,42% yoy seiring dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi nasional.

2 hari yang lalu

strategi-pemerintah-genjot-ekonomi-di-tengah-geopoltik-global
Ekonomi

Strategi Pemerintah Genjot Ekonomi di Tengah Geopoltik Global

Pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional lewat strategi penguatan energi hingga perdagangan global guna meredam dampak gejolak geopolitik dunia.

2 hari yang lalu

proyeksi-ekonomi-global-dan-potensi-ekonomi-indonesia
Ekonomi

Proyeksi Ekonomi Global dan Potensi Ekonomi Indonesia

Proyeksi Ekonomi Global dan Potensi Ekonomi Indonesia

24 Apr 2026

sektor-pertanian-melaju-533-di-2025-ditopang-perkebunan-dan-perikanan
Ekonomi

Sektor Pertanian Melaju 5,33% di 2025 Ditopang Perkebunan dan Perikanan

Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025, didorong lonjakan sub sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan, hingga peternakan.

26 Feb 2026