Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61% yoy. Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 13,14% yoy. Menurut BPS, pertumbuhan sektor ini didorong oleh meningkatnya kinerja penyediaan makan minum seiring perluasan cakupan program MBG dan momentum libur nasional.
Selain itu, BPS mengungkapkan peningkatan permintaan makanan dan minuman selama Ramadan dan Idul Fitri turut menopang kinerja sektor tersebut. Faktor lain yang mendukung yakni kenaikan produksi beras serta meningkatnya permintaan ekspor CPO dan CPKO pada awal tahun 2026.
Di samping sektor tersebut, jasa lainnya serta transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan tinggi pada triwulan I-2026. Data BPS menunjukkan, jasa lainnya tumbuh sebesar 9,91% yoy sedangkan transportasi dan pergudangan naik 8,04% yoy.
Pertumbuhan jasa lainnya dipicu peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara itu, transportasi dan pergudangan meningkat sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang tercermin dari kenaikan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi.
BPS juga mencatat, sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 6,26% yoy didorong peningkatan impor barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku. Aktivitas belanja masyarakat untuk konsumsi rumah tangga serta meningkatnya perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) turut menjadi katalis utama sektor ini.
Di sisi lain, sektor konstruksi tumbuh 5,49% yoy seiring peningkatan aktivitas pembangunan yang didukung sektor swasta melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain itu, realisasi belanja modal pemerintah untuk konstruksi serta penyediaan bahan baku konstruksi juga meningkat.