Pemerintah memperkuat strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan yang responsif terhadap dinamika geopolitik global. Melansir paparan Kemenko Perekonomian RI, pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) guna mempercepat program prioritas melalui monitoring, evaluasi, serta penyusunan kebijakan strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Di sektor energi, pemerintah memastikan pasokan gas dan pupuk tetap aman di tengah surplus produksi pupuk nasional. Selain itu, pemerintah juga melakukan substitusi kekurangan nafta industri menggunakan LPG serta menurunkan bea masuk LPG industri dari 5% menjadi 0%.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional, mengingat ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia relatif kecil, yakni sebesar 20%, dengan sumber pasokan yang telah terdiversifikasi dari berbagai kawasan seperti Afrika, Amerika, dan negara lainnya.
Dalam memperkuat perdagangan internasional, pemerintah turut memperluas akses pasar global melalui kerja sama BRICS dan perundingan EU-CEPA. Pemerintah menyebut, BRICS memiliki PDB mencapai sekitar US$ 77 triliun dengan kontribusi hingga 40% terhadap perdagangan global. Sementara itu, perundingan EU-CEPA membuka akses pasar ke 27 negara dengan nilai mencapai US$ 21 triliun. Setelah ratifikasi ditargetkan efektif pada awal 2027, produk Indonesia berpeluang masuk ke pasar Eropa dengan tarif 0%.
Selain memperkuat perdagangan, pemerintah juga mempercepat reformasi perizinan industri dan investasi. Pemerintah mempercepat mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek) melalui Service Level Agreement (SLA), sehingga permohonan yang melewati batas waktu dapat langsung diproses ke tahap berikutnya.
Pemerintah juga mempercepat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) guna mendukung UMKM serta program prioritas nasional. Di sisi lain, pemerintah menyiapkan stimulus investasi melalui KEK plug and play, mendorong investasi data center dan konektivitas kabel optik, hingga menyiapkan KEK Financial Center sebagai alternatif tujuan investasi global.