Sektor Pertanian Melaju 5,33% di 2025 Ditopang Perkebunan dan Perikanan

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:00 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Sektor Pertanian Melaju 5,33% di 2025 Ditopang Perkebunan dan Perikanan
Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025, didorong lonjakan sub sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan, hingga peternakan.

Kinerja sektor pertanian menunjukkan akselerasi pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,33%. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, ekspansi ini ditopang hampir seluruh subsektor, mencerminkan pemulihan produksi sekaligus peningkatan permintaan domestik.

Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025, didorong lonjakan sub sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan, hingga peternakan. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)
Sektor pertanian tumbuh 5,33% pada 2025, didorong lonjakan sub sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan, hingga peternakan. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)

Subsektor tanaman perkebunan mencatatkan lonjakan paling tinggi, dengan pertumbuhan meningkat 34,5% dan laju mencapai 3% secara tahunan (yoy) pada 2025, dari 0,7% yoy pada 2024. Kenaikan ini terutama dipicu oleh membaiknya produksi kelapa sawit. Di sisi lain, sektor perikanan juga menunjukkan perbaikan signifikan, tumbuh 19,6% dengan laju 4,9% yoy berkat peningkatan hasil perikanan tangkap maupun budidaya.

Tanaman pangan berbalik arah dengan pertumbuhan 9,9% yoy pada 2025 setelah sebelumnya terkontraksi -0,2% yoy. Peningkatan produksi padi dan jagung menjadi faktor utama penguatan tersebut. Sementara itu, subsektor peternakan ikut mencatat kinerja positif, tumbuh 12,4% menjadi 7,8% yoy, didorong naiknya produksi telur dan daging ayam, khususnya untuk mendukung program MBG pada 2025.

Secara keseluruhan, pertumbuhan pertanian juga diperkuat reformasi tata kelola, termasuk pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk guna memperlancar rantai pasok dan memastikan ketersediaan input produksi bagi petani.

Data Terkait

investasi-semester-i-2026-tembus-rp-10106-t-serap-145-juta-pekerja
Ekonomi

Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010,6 T, Serap 1,45 Juta Pekerja

Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta pekerja.

20 Agu 2026

rincian-asumsi-dasar-ekonomi-makro-rapbn-2027
Ekonomi

Rincian Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2027

Presiden Prabowo menyampaikan RAPBN 2027 dengan belanja Rp 4.097 triliun dan pendapatan Rp 3.426 triliun, serta target pertumbuhan ekonomi 6%.

14 Agu 2026

pemerintah-siapkan-7-strategi-ekonomi-dan-fiskal-ri-2027
Ekonomi

Pemerintah Siapkan 7 Strategi Ekonomi dan Fiskal RI 2027

Pemerintah resmi merumuskan arah kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2027.

14 Agu 2026

ekonomi-semester-i-2026-tumbuh-545-dan-raih-peringkat-positif
Ekonomi

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45% dan Raih Peringkat Positif

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini.

14 Agu 2026

elastisitas-pdb-terhadap-kesempatan-kerja-manufaktur-ri-unggul-di-asia
Ekonomi

Elastisitas PDB terhadap Kesempatan Kerja Manufaktur RI Unggul di Asia

Elastisitas PDB terhadap kesempatan kerja manufaktur Indonesia mencapai 0,804, lebih tinggi dari Vietnam, Malaysia, dan China. Meski demikian sektor jasa dan pertanian relatif tertinggal.

10 Agu 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026