Kinerja sektor pertanian menunjukkan akselerasi pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,33%. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, ekspansi ini ditopang hampir seluruh subsektor, mencerminkan pemulihan produksi sekaligus peningkatan permintaan domestik.
Subsektor tanaman perkebunan mencatatkan lonjakan paling tinggi, dengan pertumbuhan meningkat 34,5% dan laju mencapai 3% secara tahunan (yoy) pada 2025, dari 0,7% yoy pada 2024. Kenaikan ini terutama dipicu oleh membaiknya produksi kelapa sawit. Di sisi lain, sektor perikanan juga menunjukkan perbaikan signifikan, tumbuh 19,6% dengan laju 4,9% yoy berkat peningkatan hasil perikanan tangkap maupun budidaya.
Tanaman pangan berbalik arah dengan pertumbuhan 9,9% yoy pada 2025 setelah sebelumnya terkontraksi -0,2% yoy. Peningkatan produksi padi dan jagung menjadi faktor utama penguatan tersebut. Sementara itu, subsektor peternakan ikut mencatat kinerja positif, tumbuh 12,4% menjadi 7,8% yoy, didorong naiknya produksi telur dan daging ayam, khususnya untuk mendukung program MBG pada 2025.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pertanian juga diperkuat reformasi tata kelola, termasuk pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk guna memperlancar rantai pasok dan memastikan ketersediaan input produksi bagi petani.