Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah
Daya beli melemah jelang Ramadan 2026 akibat inflasi naik, sementara pertumbuhan upah hanya mencapai 1,94% pada Agustus 2025 dan tertinggal dari kenaikan harga.

Memasuki periode Ramadan dan Lebaran 2026, tekanan terhadap daya beli masyarakat semakin terasa seiring kembali meningkatnya inflasi. Di sisi lain, kenaikan upah yang terbatas bahkan berada di bawah laju inflasi membuat kemampuan konsumsi masyarakat melemah. Kondisi ini tercermin dari menurunnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi standar hidup layak.

Riset INDEF berjudul menunjukkan, “Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026”, tren pertumbuhan upah juga menunjukkan perlambatan sejak 2023 hingga hanya mencapai 1,94% pada Agustus 2025. Perlambatan tersebut terjadi bersamaan dengan tekanan inflasi yang terus meningkat, sehingga mempersempit ruang konsumsi masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan pekerja masih berada dalam kondisi terbatas.

Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah - (Berbagai sumber/Karen Agatha)
Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Tak Diimbangi Pertumbuhan Upah - (Berbagai sumber/Karen Agatha)

Ketimpangan semakin terlihat karena pertumbuhan upah buruh tidak mampu mengimbangi kenaikan harga, khususnya pada kelompok volatile food. Kenaikan biaya kebutuhan pokok seperti pangan menggerus efektivitas penyesuaian upah, sehingga beban hidup masyarakat semakin berat.

Sementara itu, meskipun tidak seluruh wilayah memiliki pola konsumsi Ramadan-Lebaran yang kuat, potensi peningkatan permintaan tetap ada pada 2026. Namun, tekanan daya beli paling terasa di wilayah timur seperti Sulawesi dan Maluku, yang mengalami inflasi pangan relatif tinggi di tengah rata-rata pengeluaran per kapita yang lebih rendah dibandingkan wilayah barat Indonesia.

Data Terkait

meski-pemudik-turun-dampak-ekonomi-lebaran-2026-diproyeksi-lampaui-2025
Ekonomi

Meski Pemudik Turun, Dampak Ekonomi Lebaran 2026 Diproyeksi Lampaui 2025

Meski pemudik turun 6,93% yoy jadi 143,9 juta, perputaran uang Lebaran 2026 tembus Rp 161,8 triliun, melampaui Lebaran 2025 yang mendorong PDB hingga 5,2% yoy.

26 Mar 2026

penukaran-uang-melonjak-jelang-lebaran-tembus-91-di-2026
Ekonomi

Penukaran Uang Melonjak Jelang Lebaran, Tembus 91% di 2026

Penukaran uang mencapai 91% jelang Lebaran 2026, naik dari 89% tahun lalu. Lonjakan kartal terjadi tiap Ramadan, namun daya beli tetap dipengaruhi inflasi.

25 Mar 2026

diskon-transportasi-lebaran-mampu-meredam-inflasi-meski-efek-terbatas
Ekonomi

Diskon Transportasi Lebaran Mampu Meredam Inflasi, Meski Efek Terbatas

Diskon transportasi Rp 911,16 miliar bantu jaga inflasi dan daya beli saat Lebaran 2026, meski efeknya terbatas dan terbatas pada preferensi moda transportasi.

25 Mar 2026

daya-beli-melemah-inflasi-ramadan-lebaran-2026-bergeser-ke-sektor-jasa
Ekonomi

Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa

Inflasi naik ke 4,76% di awal 2026, sementara upah tertinggal. Pola konsumsi bergeser ke perawatan pribadi dan jasa selama Ramadan-Lebaran 2026.

24 Mar 2026

okupansi-hotel-saat-lebaran-2026-tulungagung-tertinggi-capai-93
Sosial Budaya

Okupansi Hotel Saat Lebaran 2026: Tulungagung Tertinggi, Capai 93%

Okupansi hotel di Indonesia bervariasi saat Nyepi-Lebaran 2026, Tulungagung tembus 80-93%, Bali 80%, Sentul 70%, sementara Jogja turun ke 40-65%.

24 Mar 2026

mudik-lebaran-dongkrak-omzet-umkm-hingga-4-kali-lipat
Sosial Budaya

Mudik Lebaran Dongkrak Omzet UMKM Hingga 4 Kali Lipat

Momentum Lebaran 2026 diperkirakan mendorong omzet UMKM hingga 4 kali lipat. Perputaran uang mencapai Rp 175-190 triliun didukung lonjakan konsumsi dan mobilitas.

23 Mar 2026