Strategi Penguatan Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global

Rabu, 29 April 2026 | 15:15 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Strategi Penguatan Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
Strategi Penguatan Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global

Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga melampaui ambang batas 100 Dolar AS per barel, Indonesia saat ini sedang menavigasi langkah transformasi fundamental guna memperkuat struktur ekonomi domestik. Dalam diskusi bertajuk ‘The Forum’ pada (28/4) di Hotel Mulia, Jakarta, bersama Josua Pardede (Chief Economist PT Permata Tbk), Hendra Wardana (Founder Republik Investor), Christina Ruth Elisabeth (Peneliti LPEM FEB UI), dan Rully Arya Wisnubroto (Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia), terungkap bahwa meskipun nilai tukar Rupiah sempat mengalami tekanan hebat hingga menyentuh level Rp17.300, kondisi tersebut dinilai bersifat temporer. Secara fundamental, nilai wajar Rupiah masih berada jauh di bawah level tersebut, dan probabilitas resesi nasional berhasil ditekan hingga angka sangat rendah yakni 5%. Untuk membentengi daya beli masyarakat, pemerintah secara strategis memanfaatkan bantalan fiskal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp450 triliun demi menahan kenaikan harga BBM bersubsidi tanpa harus mencederai keberlanjutan APBN atau melampaui batas defisit anggaran tiga persen yang telah ditetapkan undang-undang.

Langkah taktis untuk menjaga resiliensi ekonomi juga ditempuh melalui efisiensi anggaran besar-besaran yang ditargetkan mencapai penghematan lebih dari Rp200 triliun. Transformasi ini mencakup implementasi kebijakan biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang guna memangkas ketergantungan pada impor bahan bakar fosil secara signifikan. 

Selain itu, pengetatan belanja birokrasi dilakukan melalui pemangkasan biaya perjalanan dinas dan pembatasan operasional kendaraan dinas hingga separuh dari kapasitas normal, sembari melakukan penyesuaian anggaran program strategis seperti Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran. Di sektor industri riil, meskipun disrupsi rantai pasok global di kawasan Selat Hormuz menekan sektor petrokimia, para pakar melihat adanya peluang emas bagi Indonesia untuk mengisi celah pasar internasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ekspor substitusi seperti pupuk dan LNG ke negara-negara terdampak, serta menangkap potensi relokasi investasi asing dari kawasan Timur Tengah melalui penawaran skema investasi yang jauh lebih kompetitif dan stabil bagi para pemilik modal global.

Pada aspek pasar modal, koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 18,49% pada kuartal pertama tahun ini, yang disertai aksi jual bersih investor asing senilai Rp44,8 triliun, dipandang sebagai proses normalisasi menuju nilai fundamental yang lebih sehat. Para analis menekankan bahwa rekor tertinggi indeks sebelumnya banyak dipicu oleh spekulasi sentimen dan valuasi yang tidak rasional, sehingga koreksi saat ini justru membersihkan pasar dari gelembung harga yang tidak berkelanjutan. 

Upaya pemulihan kepercayaan investor terus diperkuat melalui peningkatan integritas pasar, termasuk kewajiban transparansi publikasi kepemilikan saham di atas 1% serta pemantauan ketat terhadap rasio konsentrasi kepemilikan. Langkah-langkah pengawasan ini secara efektif menepis kekhawatiran mengenai penurunan status pasar modal Indonesia menjadi pasar perbatasan, sekaligus memastikan bahwa ekosistem investasi nasional bergerak ke arah yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pada performa ekonomi yang nyata di lapangan. Melalui sinergi kebijakan fiskal yang disiplin dan pengawasan pasar yang ketat, Indonesia optimis mampu mempertahankan kendali kemudi ekonominya meski dihantam badai ketidakpastian global yang masih terus berlanjut hingga saat ini.

The Forum-Diskusi Ekonomi - (The Forum/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
The Forum-Diskusi Ekonomi - (The Forum/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

ekonomi-indonesia-di-tengah-perang-dan-ledakan-ai-tetap-tangguh-meski-ruang-gerak-menyempit
Ekonomi

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang dan Ledakan AI: Tetap Tangguh Meski Ruang Gerak Menyempit

Dana Moneter Internasional (IMF) merilis World Economic Outlook edisi Oktober 2026 dengan tema “Resilience Under Strain, Urgent Choices”.

3 hari yang lalu

perang-ekonomi-jadi-ancaman-terbesar-dunia-pada-2026
Ekonomi

Perang Ekonomi Jadi Ancaman Terbesar Dunia pada 2026

Laporan WEF memproyeksikan perang ekonomi (18%), konflik bersenjata, dan hambatan dagang menekan pertumbuhan global ke 3,1% pada 2026 di tengah lonjakan risiko.

29 Sep 2026

data-imf-tunjukkan-inflasi-global-kembali-naik-dan-sentuh-43
Ekonomi

Data IMF Tunjukkan Inflasi Global Kembali Naik dan Sentuh 4,3%

Ketidakpastian ekonomi dunia kembali menguat seiring dengan laju inflasi global yang kembali merangkak naik pada awal tahun 2026.

28 Sep 2026

ekonomi-asia-melambat-diterpa-badai-ketidakpastian-global
Ekonomi

Ekonomi Asia Melambat Diterpa Badai Ketidakpastian Global

Ketidakpastian global memicu perlambatan PDB Asia hingga 2027 dan membekukan serapan tenaga kerja, meski ekonomi Indonesia diproyeksi tetap solid di kisaran 5%.

28 Sep 2026

imf-proyeksikan-pertumbuhan-ekonomi-global-melambat-ke-31-di-2026
Ekonomi

IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat ke 3,1% di 2026

Laporan terbaru IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia atau World Output melambat dari 3,4% pada 2025 menjadi 3,1% pada 2026.

28 Sep 2026

ketidakpastian-ekonomi-global-masih-tinggi-hingga-2026
Ekonomi

Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Tinggi Hingga 2026

Tingkat ketidakpastian kebijakan ekonomi dunia konsisten di level tinggi sepanjang periode 2020 hingga Juli 2026, jauh melampaui rata-rata normal historisnya.

28 Sep 2026