Kesenjangan Kesejahteraan, Buruh Tekstil Masih Dibayangi Upah Minim

Rabu, 29 April 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kesenjangan Kesejahteraan, Buruh Tekstil Masih Dibayangi Upah Minim
Kondisi Upah dan Kontrak Kerja Buruh Tekstil Indonesia, 2025

Kondisi tenaga kerja di industri tekstil Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Sebagian buruh masih menerima upah yang minim dengan sistem kerja kontrak serta perlindungan hak yang belum optimal. Hal ini mencerminkan masih adanya ketimpangan dalam kesejahteraan pekerja di sektor padat karya tersebut.

Menurut penelitian CELIOS bertajuk "Potret Kehidupan Pekerja Industri TGSL Indonesia", hanya 84% buruh yang menerima upah sesuai UMR pada 2024. Angka tersebut turun sebesar 10% dibandingkan pada 2022. Bahkan, sebanyak 12,10% buruh tekstil tercatat hanya memperoleh upah di bawah Rp 3 juta. 

Kondisi Upah dan Kontrak Kerja Buruh Tekstil Indonesia, 2025 - (CELIOS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
Kondisi Upah dan Kontrak Kerja Buruh Tekstil Indonesia, 2025 - (CELIOS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Sebagai informasi, Penelitian CELIOS yang dilakukan diterbitkan pada 2025 tersebut melibatkan pekerja di industri garmen, tekstil, alas kaki, dan kulit di 488 lokasi di Indonesia. Adapun penelitian dilakukan sejak 2017 hingga 2024.

Selain persoalan upah, karakteristik hubungan kerja di sektor ini juga menunjukkan fleksibilitas yang tinggi namun cenderung tidak sehat. Sebanyak 57,12% pekerja masih terikat kontrak jangka pendek di bawah 12 bulan. Di sisi lain, sekitar 11% pekerja tidak memiliki perjanjian kerja tertulis, sehingga meningkatkan risiko ketidakpastian hukum, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja sepihak dan pengabaian hak-hak dasar. 

Lebih lanjut, CELIOS mencatat sebanyak 11,20% buruh tidak memperoleh hak cuti tahunan selama 12 hari. Sementara itu, sekitar 14% pekerja harus bekerja lebih dari 54-58 jam per minggu. 

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun industri tekstil berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, kualitas pekerjaan yang ditawarkan masih jauh dari ideal dan memerlukan perbaikan menyeluruh, baik dari sisi regulasi, perlindungan tenaga kerja, maupun kepatuhan pelaku industri terhadap standar ketenagakerjaan.

Data Terkait

evolusi-pemotongan-pendapatan-ojol-hingga-era-presiden-prabowo
Hukum & Keamanan

Evolusi Pemotongan Pendapatan Ojol Hingga Era Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memangkas batas maksimal potongan pendapatan ojek online (ojol) menjadi hanya 8%.

5 Mei 2026

daftar-janji-presiden-prabowo-untuk-dalam-hari-buruh-2026
Hukum & Keamanan

Daftar Janji Presiden Prabowo untuk Dalam Hari Buruh 2026

Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada peringatan Hari Buruh.

4 Mei 2026

catatan-kericuhan-peringatan-hari-buruh-di-indonesia
Hukum & Keamanan

Catatan Kericuhan Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Peringatan Hari Buruh di Indonesia dalam tiga tahun terakhir diwarnai sejumlah insiden kericuhan di berbagai kota besar.

4 Mei 2026

perlindungan-buruh-tekstil-masih-lemah-jaminan-kerja-minim
Ekonomi

Perlindungan Buruh Tekstil Masih Lemah, Jaminan Kerja Minim

Perlindungan buruh tekstil di Tanah Air masih rendah. Sebanyak 37% tak dapat jaminan PHK dan 20% tanpa pesangon, serta akses jaminan sosial juga belum optimal.

29 Apr 2026

sejarah-hari-buruh-tren-pertumbuhan-jumlah-buruh-ri
Sosial Budaya

Sejarah Hari Buruh & Tren Pertumbuhan Jumlah Buruh RI

May Day mencerminkan perjuangan buruh sejak 1886. Di Indonesia, kini jadi libur nasional dengan jumlah pekerja dan upah yang terus meningkat.

27 Apr 2026

jawa-barat-catat-phk-tertinggi-2025-pulau-jawa-dominasi-daftar-nasional
Ekonomi

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi 2025, Pulau Jawa Dominasi Daftar Nasional

Jawa Barat mencatat PHK terbanyak pada September 2025 dengan 229 orang. Pulau Jawa mendominasi daftar 10 provinsi dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK tertinggi.

2 Des 2025