Sejarah Hari Buruh & Tren Pertumbuhan Jumlah Buruh RI

Senin, 27 April 2026 | 13:36 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Sejarah Hari Buruh & Tren Pertumbuhan Jumlah Buruh RI
Sejarah Hari Buruh & Tren Pertumbuhan Jumlah Buruh RI

Eksistensi Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei merupakan representasi dari dedikasi panjang kelas pekerja dalam merebut hak-hak dasarnya. Sejarah ini berakar dari aksi unjuk rasa besar-besaran ribuan buruh di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut pengurangan jam kerja dan kondisi lingkungan kerja yang layak. Namun, perjuangan tersebut harus dibayar mahal dengan peristiwa berdarah di Haymarket pada 3 Mei 1886, di mana tindakan represif aparat mengakibatkan sejumlah nyawa melayang dan beberapa aktivis buruh dijatuhi hukuman mati. Tragedi kemanusiaan ini kemudian diabadikan dalam Kongres Buruh Internasional di Paris tahun 1889 yang secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai simbol solidaritas pekerja sedunia. Seiring perjalanannya, peringatan ini diadopsi oleh berbagai negara termasuk Jerman dan Uni Soviet, hingga akhirnya menyebar luas ke seluruh penjuru dunia sebagai pengingat akan perlawanan terhadap sistem kapitalisme yang eksploitatif.

Di Indonesia, dinamika peringatan Hari Buruh melewati fase yang sangat fluktuatif mengikuti perubahan konstelasi politik nasional. Melansir data KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) dalam laman resminya, pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, perayaan Hari Buruh digelar dengan megah dan rutin dihadiri oleh kepala negara di depan Istana Merdeka sebagai bentuk pengakuan atas kedaulatan politik para pekerja. Kondisi ini berbalik drastis saat memasuki era Orde Baru pasca peristiwa 1965, di mana pemerintah melarang keras segala bentuk kegiatan May Day karena dianggap terafiliasi dengan paham komunis. 

Sebagai alternatif untuk menekan potensi gejolak, Presiden Soeharto menetapkan 20 Februari sebagai Hari Pekerja Indonesia (HARPEKINDO) melalui Keppres Nomor 09 Tahun 1991. Angin segar baru berembus pasca jatuhnya rezim otoriter, di mana pada era Reformasi buruh kembali mendapatkan kebebasannya untuk turun ke jalan. Momentum bersejarah puncaknya terjadi pada tahun 2013 saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabulkan tuntutan serikat pekerja dan resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional yang berlaku efektif mulai tahun 2014 hingga saat ini.

Sejarah Hari Buruh di Internasional & Indonesia - (KSPSI & Universitas Brawijaya/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Sejarah Hari Buruh di Internasional & Indonesia - (KSPSI & Universitas Brawijaya/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Memasuki periode modern, geliat sektor ketenagakerjaan di tanah air menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat menggembirakan sebagaimana terekam dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam kurun waktu Februari 2023 hingga Agustus 2025, populasi buruh, karyawan, dan pegawai di Indonesia mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh angka 36.498.786 jiwa pada periode Agustus 2025. 

Persentase buruh terhadap total angkatan kerja nasional bahkan sempat menyentuh level tertingginya pada Agustus 2024 sebesar 38,8% sebelum akhirnya terkonsolidasi pada angka 38,74%. Pertumbuhan kuantitas ini juga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kesejahteraan pekerja melalui kenaikan upah bersih secara bertahap. Jika pada Februari 2023 rata-rata gaji pekerja berada di angka Rp3.230.358, nominal tersebut terus merangkak naik secara konsisten hingga mencapai Rp3.590.945 pada Agustus 2025. Perbaikan standar pendapatan selama 3 tahun terakhir ini mencerminkan stabilitas ekonomi yang positif, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa aspirasi kesejahteraan yang dahulu diperjuangkan, terus berupaya diwujudkan secara konkret melalui kebijakan pembangunan nasional yang berkelanjutan di Indonesia.

Data Jumlah Buruh & Rata-Rata Upah - (BPS/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Data Jumlah Buruh & Rata-Rata Upah - (BPS/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

evolusi-pemotongan-pendapatan-ojol-hingga-era-presiden-prabowo
Hukum & Keamanan

Evolusi Pemotongan Pendapatan Ojol Hingga Era Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memangkas batas maksimal potongan pendapatan ojek online (ojol) menjadi hanya 8%.

5 Mei 2026

daftar-janji-presiden-prabowo-untuk-dalam-hari-buruh-2026
Hukum & Keamanan

Daftar Janji Presiden Prabowo untuk Dalam Hari Buruh 2026

Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada peringatan Hari Buruh.

4 Mei 2026

catatan-kericuhan-peringatan-hari-buruh-di-indonesia
Hukum & Keamanan

Catatan Kericuhan Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Peringatan Hari Buruh di Indonesia dalam tiga tahun terakhir diwarnai sejumlah insiden kericuhan di berbagai kota besar.

4 Mei 2026

kesenjangan-kesejahteraan-buruh-tekstil-masih-dibayangi-upah-minim
Ekonomi

Kesenjangan Kesejahteraan, Buruh Tekstil Masih Dibayangi Upah Minim

Buruh tekstil masih belum sejahtera. Upah minim, ketidakpastian kontrak, dan terbatasnya perlindungan kerja menunjukkan timpangnya kesejahteraan industri ini.

29 Apr 2026