Peringatan Hari Buruh di Indonesia dalam tiga tahun terakhir diwarnai sejumlah insiden kericuhan di berbagai kota besar. Pada 2026, aksi di Kota Bandung yang awalnya kondusif berubah anarkis akibat kemunculan kelompok berpakaian hitam yang melakukan pelemparan molotov, perusakan fasilitas publik, hingga pembakaran pos polisi di Tamansari. Aparat gabungan TNI-Polri akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mengamankan sejumlah pelaku untuk diproses secara hukum demi meredam ketakutan masyarakat.
Semarang menjadi titik panas selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025. Pada Mei 2025, aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah memanas saat massa mulai melempari petugas, yang dibalas dengan tembakan gas air mata serta penyemprotan water cannon hingga massa kocar-kacir ke area kampus Undip. Setahun sebelumnya, kericuhan serupa terjadi di lokasi yang sama saat sekitar 500 massa mencoba merangsek masuk dengan memanjat pagar guna menyampaikan 19 tuntutan mereka secara langsung.
Kericuhan juga sempat pecah di Kota Makassar pada 2024, tepatnya di depan kampus UNM. Setelah berdemonstrasi di gedung DPRD Sulsel, massa menutup badan jalan dan membakar ban bekas hingga memicu kemacetan total pada malam hari. Pihak kepolisian kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran dan sempat menangkap 3 mahasiswa yang diduga sebagai provokator sebelum akhirnya dibebaskan kembali.