Pekerja Formal Masih Minim di Indonesia Timur, Papua Pegunungan Terendah

Selasa, 28 April 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pekerja Formal Masih Minim di Indonesia Timur, Papua Pegunungan Terendah
10 Provinsi dengan Persentase Tenaga Kerja Formal Terendah, 2025

Ketimpangan struktur ketenagakerjaan masih terlihat jelas di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan timur. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan persentase tenaga kerja formal terendah secara nasional, yakni hanya sebesar 4,7% pada 2025. Kondisi ini mencerminkan rendahnya akses terhadap pekerjaan dengan kepastian pendapatan dan perlindungan kerja di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, struktur tenaga kerja di Papua Pegunungan didominasi oleh pekerja informal. BPS mencatat, sebanyak 50,80% tenaga kerja merupakan pekerja keluarga atau tidak dibayar, sementara 34,92% lainnya merupakan pekerja tidak tetap. Adapun proporsi penduduk yang bekerja sebagai buruh atau karyawan hanya mencapai 5%, menunjukkan minimnya sektor formal yang mampu menyerap tenaga kerja.

Selain Papua Pegunungan, sejumlah provinsi lain juga mencatatkan tingkat tenaga kerja formal yang rendah. Papua Tengah berada di posisi kedua terendah dengan persentase sebesar 15,28%, diikuti Sulawesi Barat, yaitu sebesar 29,37%. Selain itu, wilayah Indonesia Timur lainnya seperti Maluku dan Papua Selatan juga mencatatkan populasi tenaga kerja formal relatif rendah, masing-masing sebesar 33,94% dan 34,12%.

10 Provinsi dengan Persentase Tenaga Kerja Formal Terendah, 2025
 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
10 Provinsi dengan Persentase Tenaga Kerja Formal Terendah, 2025 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas provinsi dengan tingkat pekerja formal terendah masih terkonsentrasi di kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan dan kualitas lapangan kerja di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan melalui penguatan sektor formal dan penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Meski demikian, terdapat sejumlah provinsi selain Indonesia Timur yang masuk dalam kategori 10 provinsi dengan populasi tenaga kerja formal yang cenderung rendah. Provinsi tersebut di antaranya Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Lampung, dan Sulawesi Tengah.

Data Terkait

phk-kembali-marak-ini-hak-pesangon-menurut-alasan-phk
Ekonomi

PHK Kembali Marak, Ini Hak Pesangon Menurut Alasan PHK

Kemnaker mencatat 32.389 pekerja terkena PHK pada semester I-2026. Besaran pesangon diatur sesuai alasan PHK dan kondisi perusahaan berdasarkan PP 35/2021.

11 Agu 2026

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

7 Agu 2026

sektor-padat-karya-dominasi-serapan-tenaga-kerja-ini-rinciannya
Ekonomi

Sektor Padat Karya Dominasi Serapan Tenaga Kerja, Ini Rinciannya

Sektor padat karya masih menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja. Akomodasi dan makan minum menyerap 0,195 juta pekerja pada Februari–Mei 2026.

7 Agu 2026

phk-membayangi-ini-strategi-mitigasi-bagi-pekerja-hingga-perusahaan
Ekonomi

PHK Membayangi, Ini Strategi Mitigasi bagi Pekerja hingga Perusahaan

Ancaman PHK kembali meningkat dengan sekitar 1.500 pekerja di dua perusahaan manufaktur terdampak. Kemnaker menyiapkan strategi mitigasi bagi pekerja, perusahaan, dan pemerintah.

4 Agu 2026

gelombang-phk-mayoritas-pekerja-indonesia-masih-lulusan-sd-ke-bawah
Ekonomi

Gelombang PHK, Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD ke Bawah

PHK mencapai 32.389 pekerja hingga semester I-2026. Di sisi lain, tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD ke bawah sebanyak 52,41 juta orang.

2 Agu 2026

tembus-32-ribu-pekerja-ini-strategi-pemerintah-tekan-gelombang-phk
Ekonomi

Tembus 32 Ribu Pekerja, Ini Strategi Pemerintah Tekan Gelombang PHK

PHK mencapai 32.389 pekerja pada semester I-2026. Pemerintah menyiapkan berbagai upaya mitigasi, dari pendampingan perusahaan hingga pembentukan satgas khusus.

31 Jul 2026