Laporan terbaru JP Morgan bertajuk Pandoras Bog The Global Energy Shock of 2026 merilis daftar negara yang paling rentan terhadap ledakan harga energi dunia. Singapura dan China Hong Kong tercatat berada di posisi paling kritis dengan tingkat ketahanan energi hanya sebesar 1%. Angka ini menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan luar negeri, sehingga stabilitas ekonomi mereka sangat terancam jika terjadi guncangan harga global.
Selain 2 wilayah tersebut, Taiwan menempati posisi berikutnya dengan tingkat ketahanan 6%, disusul Maroko sebesar 8%. Jepang dan Korea Selatan melengkapi daftar negara paling rapuh dengan skor masing-masing 13%. Kondisi ini mencerminkan minimnya porsi energi mandiri pada negara-negara tersebut untuk menopang total konsumsi energi akhir, yang mengakibatkan kerentanan signifikan terhadap fluktuasi pasar internasional.
Tingkat ketahanan energi dalam laporan ini diukur berdasarkan kemampuan negara dalam menyediakan 4
sumber energi mandiri, yakni gas alam domestik, batu bara domestik, tenaga nuklir, serta energi terbarukan. Rendahnya persentase pada negara-negara ini menandakan kecilnya porsi energi yang stabil dari guncangan harga global. Tanpa diversifikasi dan penguatan sumber energi domestik, negara-negara dalam daftar ini akan terus menghadapi risiko inflasi energi yang berat.