JP Morgan merilis laporan terbaru pada 2026, yakni Pandoras Bog The Global Energy Shock of 2026. Dalam laporan tersebut, Indonesia masuk sebagai salah satu negara paling tangguh dalam menghadapi ledakan harga energi dunia. Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan tingkat ketahanan energi mencapai 77%. Posisi ini menunjukkan kemampuan nasional yang solid dalam memitigasi risiko guncangan ekonomi global akibat fluktuasi harga energi di pasar internasional.
Dalam daftar tersebut, Ukraina memimpin di posisi pertama dengan skor 81%, disusul oleh Afrika Selatan sebesar 79%. Sementara itu, China berada di bawah Indonesia dengan tingkat ketahanan 76% dan Uzbekistan menutup urutan 5 besar dengan skor 71%. Keunggulan negara-negara ini terletak pada kemampuan mereka mengoptimalkan sumber energi mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri secara berkelanjutan.
Tingkat ketahanan energi ini diukur berdasarkan porsi energi yang kebal terhadap guncangan harga global melalui perhitungan 4 sumber utama: gas alam domestik, batu bara domestik, tenaga nuklir, dan energi terbarukan. Rasio ini didapat dengan membagi total empat sumber energi mandiri tersebut dengan total konsumsi energi akhir di masing-masing negara. Tingginya angka persentase mencerminkan kemandirian energi yang kuat sehingga ekonomi domestik tidak mudah terdistorsi oleh krisis energi global.