Pembiayaan NZE Butuh Dana Besar, Kesiapan Perbankan Masih Minim

Rabu, 1 April 2026 | 11:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pembiayaan NZE Butuh Dana Besar, Kesiapan Perbankan Masih Minim
Hambatan Perbankan dalam Mendanai Proyek Hijau di Indonesia

Indonesia membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 794,6 triliun per tahun untuk mencapai target net zero emission (NZE). Namun, kesiapan sektor perbankan nasional dinilai belum merata. Meski sejumlah bank besar telah mulai beradaptasi melalui pelaporan keberlanjutan dan pembentukan unit ESG, sebagian besar perbankan masih menghadapi berbagai tantangan dalam mendukung agenda transisi energi.

Riset LPEM UI bertajuk “Green Transformation in the Banking Sector” mengungkapkan bahwa ketidakpastian regulasi menjadi salah satu hambatan utama. Regulasi dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan dinilai masih tumpang tindih dan belum konsisten dalam implementasi. Meskipun telah dilakukan harmonisasi melalui pembentukan National Task Force oleh OJK serta peluncuran Taksonomi Keuangan Berkelanjutan versi kedua pada 2025, perbankan tetap menghadapi keraguan dalam menyalurkan pembiayaan hijau.

Hambatan Perbankan dalam Mendanai Proyek Hijau di Indonesia
 - (LPEM FEB UI/Diproduksi Gemini AI)
Hambatan Perbankan dalam Mendanai Proyek Hijau di Indonesia - (LPEM FEB UI/Diproduksi Gemini AI)

Dari sisi teknis, perbankan menghadapi sejumlah kendala. Pertama, keterbatasan keahlian lintas sektor membuat bank kesulitan menilai proyek hijau yang memiliki standar berbeda-beda, seperti proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tidak sama dengan sektor industri lainnya. Kondisi ini meningkatkan risiko kesalahan dalam penilaian kelayakan proyek dan membuka peluang greenwashing, yakni proyek yang diklaim ramah lingkungan namun belum memberikan dampak nyata. Kedua, keterbatasan sumber daya manusia yang memahami keuangan berkelanjutan menyebabkan implementasi di banyak bank belum optimal, sehingga diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan talenta yang relevan.

Selain itu, belum adanya standardisasi penilaian proyek hijau antar bank memicu inkonsistensi dan potensi regulatory arbitrage, di mana debitur cenderung memilih bank dengan persyaratan lebih longgar. Meskipun OJK telah menerbitkan Taksonomi Hijau Indonesia 2025 yang selaras dengan ASEAN Taxonomy, implementasinya masih terkendala perbedaan pemahaman antar bank, koordinasi antar lembaga yang terbatas, serta minimnya ketersediaan data. 

Di sisi lain, besarnya kebutuhan investasi dan panjangnya masa pengembalian membuat bank, terutama perbankan menengah dan kecil, masih ragu terlibat. LPEM UI merekomendasikan, dukungan tambahan seperti skema penjaminan kredit dan blended finance yang menggabungkan dana publik dan swasta dapat membantu mendorong pembiayaan proyek hijau di dalam negeri.

Data Terkait

harga-minyak-kian-melambung-negara-asean-hadapi-kerentanan-fiskal
Ekonomi

Harga Minyak Kian Melambung, Negara ASEAN Hadapi Kerentanan Fiskal

Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan tekanan inflasi dan fiskal di ASEAN. Thailand, Laos, dan Kamboja menjadi negara paling rentan.

5 Mei 2026

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

kenaikan-harga-bahan-baku-bayangi-pemulihan-industri-petrokimia
Ekonomi

Kenaikan Harga Bahan Baku Bayangi Pemulihan Industri Petrokimia

Krisis Timur Tengah mendorong kenaikan harga petrokimia yang berpotensi menekan industri, padahal kinerja sektor ini mulai menunjukkan pemulihan.

20 Apr 2026

harga-plastik-melonjak-konsumsi-plastik-kemasan-indonesia-capai-31
Ekonomi

Harga Plastik Melonjak, Konsumsi Plastik Kemasan Indonesia Capai 31%

Konflik Timur Tengah mengganggu pasokan dan memicu naiknya harga plastik. Hal ini berpengaruh pada industri nasional mengingat tingginya konsumsi plastik kemasan.

20 Apr 2026

populasi-kendaraan-listrik-tumbuh-pesat-tapi-pangsanya-di-bawah-1
Otomotif

Populasi Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Tapi Pangsanya di Bawah 1%

Populasi EV RI capai lebih dari 274 ribu unit pada 2025, naik dari 3,89 ribu unit pada 2021. Namun, porsinya masih di bawah 1% dari total 172,93 juta kendaraan.

17 Apr 2026

tren-kendaraan-listrik-global-menguat-norwegia-pimpin-populasi-97
Ekonomi

Tren Kendaraan Listrik Global Menguat, Norwegia Pimpin Populasi 97%

Krisis geopolitik dorong harga minyak dan percepat transisi energi. RI fokus kembangkan EV dan EBT, saat 8 negara sudah punya populasi EV di atas 50%.

14 Apr 2026