Risiko Krisis Energi Dorong RI Akselerasi Transisi Menuju NZE 2060

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Risiko Krisis Energi Dorong RI Akselerasi Transisi Menuju NZE 2060
Roadmap Transisi Energi RI Menuju NZE 2060

Indonesia menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi dunia. Kondisi ini meningkatkan risiko krisis energi sekaligus memperbesar tekanan fiskal, dengan defisit anggaran diperkirakan melampaui 3% seiring kenaikan harga minyak.

Sebagai respons, pemerintah mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Pada Desember 2025, dalam acara Indonesia-Spain Renewable Energy Seminar bertajuk “Collaboration on Smart Grid and Biomass for a Just Energy Transition”, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmen menuju target net zero emission (NZE) melalui pengembangan EBT.

Roadmap Transisi Energi RI Menuju NZE 2060 - (ESDM & BRIN/Diproduksi Gemini AI)
Roadmap Transisi Energi RI Menuju NZE 2060 - (ESDM & BRIN/Diproduksi Gemini AI)

Hingga 2025, pengembangan EBT difokuskan pada tiga program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yakni PLTS atap, PLTS skala utilitas di lahan bekas tambang, serta PLTS terapung seperti yang telah beroperasi di Waduk Cirata yang menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi surya berbasis komunitas melalui program seperti solar ice makersolar water pump, dan solar powering for tourism untuk sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Dalam rencana jangka menengah 2025-2035, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 42 GW serta 10 GW penyimpanan energi. Komposisi pembangkit EBT tersebut meliputi 70 GW tenaga surya, 11 GW hidro, dan 7 GW angin. Ke depan, pada 2030, bauran energi diproyeksikan meningkat signifikan seiring pengembangan PLTS sejak 2025, sekaligus mulai mengembangkan hidrogen dan amonia melalui National Hydrogen dan Ammonia Roadmap yang mencakup kajian, uji coba proyek, dan penyusunan regulasi.

Selanjutnya, pada 2032 Indonesia ditargetkan mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Dalam jangka panjang, pada periode 2045 hingga 2060, Indonesia menargetkan menjadi pemain utama di pasar hidrogen dan amonia hijau global. Dengan dukungan PLTN yang semakin berkembang, kapasitas energi nuklir ditargetkan mencapai 44 GW yang terdiri dari 35 GW PLTN konvensional dan 9 GW untuk produksi hidrogen.

Data Terkait

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

2 jam yang lalu

program-b50-dikebut-biodiesel-berperan-nyata-bagi-sosial-dan-lingkungan
Ekonomi

Program B50 Dikebut, Biodiesel Berperan Nyata bagi Sosial dan Lingkungan

Implementasi B50 dipercepat guna menghemat energi. Secara historis mandatori biodiesel memiliki kontribusi nyata di bidang sosial dan lingkungan.

9 jam yang lalu

pembiayaan-nze-butuh-dana-besar-kesiapan-perbankan-masih-minim
Ekonomi

Pembiayaan NZE Butuh Dana Besar, Kesiapan Perbankan Masih Minim

Kebutuhan dana NZE capai Rp 794,6 triliun per tahun, namun kesiapan perbankan belum merata akibat kendala regulasi, SDM, dan standar proyek hijau.

2 hari yang lalu

transisi-energi-dikebut-di-tengah-krisis-partisipasi-publik-masih-minim
Ekonomi

Transisi Energi Dikebut di Tengah Krisis, Partisipasi Publik Masih Minim

Indonesia hadapi risiko krisis energi akibat lonjakan harga minyak. Meski transisi energi menuju NZE 2060 dipercepat, partisipasi publik masih terbatas.

3 hari yang lalu

percepat-transisi-energi-bauran-ebt-nasional-capai-1575-di-2025
Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Bauran EBT Nasional Capai 15,75% di 2025

Konflik Iran-AS menyebabkan harga minyak mentah melambung dan mendorong krisis energi. Indonesia kemudian mempercepat transisi energi, adapun bauran EBT telah mencapai 15,75% pada 2025.

6 hari yang lalu

gejolak-pasokan-energi-global-picu-status-darurat-di-berbagai-negara
Internasional

Gejolak Pasokan Energi Global Picu Status Darurat di Berbagai Negara

Krisis energi dunia kian memanas seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu stabilitas pasokan BBM.

27 Mar 2026