Impor BBM Melonjak 60%, Indonesia Masih Tergantung Pasokan Global

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:36 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Impor BBM Melonjak 60%, Indonesia Masih Tergantung Pasokan Global
Dalam 5 tahun terakhir, impor BBM Indonesia melonjak 60,31% menjadi 31,95 juta kilo liter (kl) pada 2024. Impor tersebut memenuhi sekitar 40% kebutuhan BBM nasional.

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membawa ancaman serius bagi perekonomian Indonesia, terutama melalui lonjakan harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang melayani 20–30% perdagangan minyak global. Terganggunya jalur ini dipastikan akan menekan rantai pasok energi internasional dan memicu volatilitas harga di pasar global.

Kondisi ini menjadi alarm bagi Indonesia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi. Dalam lima tahun terakhir, impor BBM Indonesia melonjak drastis hingga mencapai 31,95 juta kilo liter (kl) pada 2024, atau naik 60,31% sejak 2020. Saat ini, porsi impor memenuhi sekitar 40% dari total kebutuhan domestik, sebuah angka yang menunjukkan kerentanan signifikan terhadap gejolak eksternal.

Tren konsumsi pun terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan rata-rata mencapai 232,42 ribu kl per hari hingga September 2025. Dengan estimasi nilai impor BBM tahun 2025 berada di kisaran 24–25 juta kl, tekanan terhadap ketahanan energi nasional diprediksi akan terus meningkat. Kondisi ini mendesak diperlukannya strategi penguatan cadangan nasional serta efisiensi konsumsi yang lebih masif.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa meskipun stok energi global terancam akibat ketegangan AS-Iran, posisi Indonesia saat ini masih relatif aman. Ia menjelaskan bahwa cadangan minyak Indonesia masih berada di kisaran 21 hingga 28 hari, yang menurutnya masih memenuhi standar minimal ketahanan energi nasional.

Dalam 5 tahun terakhir, impor BBM Indonesia melonjak 60,31% menjadi 31,95 juta kilo liter (kl) pada 2024. Impor tersebut memenuhi sekitar 40% kebutuhan BBM nasional. - (Kementerian ESDM/Yelinka Maresa Sianturi)
Dalam 5 tahun terakhir, impor BBM Indonesia melonjak 60,31% menjadi 31,95 juta kilo liter (kl) pada 2024. Impor tersebut memenuhi sekitar 40% kebutuhan BBM nasional. - (Kementerian ESDM/Yelinka Maresa Sianturi)

Data Terbaru

kemendikdasmen-perkuat-pencegahan-kekerasan-seksual-di-sekolah
Hukum & Keamanan

Kemendikdasmen Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual di Sekolah

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan. Kemendikdasmen mendorong perlindungan korban hingga penguatan keamanan sekolah.

8 jam yang lalu

penyaluran-program-mbg-per-april-capai-75-dari-target-2026
Ekonomi

Penyaluran Program MBG per April Capai 75% dari Target 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,96 juta penerima hingga April 2026 atau mencapai 74,74% dari target tahun ini.

10 jam yang lalu

waspada-hantavirus-di-indonesia-sudah-ada-sejak-puluhan-tahun-lalu
Kesehatan

Waspada Hantavirus di Indonesia, Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu

Hantavirus di Indonesia merupakan ancaman kesehatan yang mirip dengan fenomena gunung es. Ditemukan sejak 1980-an dengan tingkat infeksi hingga 34% pada hewan.

10 jam yang lalu

indeks-masyarakat-digital-indonesia-terus-mengalami-kenaikan
Teknologi dan Informasi

Indeks Masyarakat Digital Indonesia Terus Mengalami Kenaikan

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

11 jam yang lalu

serapan-anggaran-mbg-hingga-april-2026-capai-21
Ekonomi

Serapan Anggaran MBG hingga April 2026 Capai 21%

Realisasi anggaran MBG mencapai Rp 70,2 triliun hingga 27 April 2026 Capai 20,9% dari total dana Rp 355 triliun.

13 jam yang lalu

kenaikan-royalti-tambang-ditunda-ini-skema-tarif-baru-yang-diusulkan
Ekonomi

Kenaikan Royalti Tambang Ditunda, Ini Skema Tarif Baru yang Diusulkan

Pemerintah memutuskan menunda penerapan tarif royalti baru untuk sejumlah komoditas mineral strategis. Dalam usulan revisi tersebut, tarif royalti untuk konsentrat tembaga diusulkan menjadi 9% untuk HMA di bawah US$7.000 per dmt, dan 13% apabila HMA berada di atas US$13.000 per dmt.

14 jam yang lalu