Waspada Hantavirus di Indonesia, Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:53 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Waspada Hantavirus di Indonesia, Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu
Waspada Hantavirus di Indonesia, Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan peningkatan temuan kasus Hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan total 256 kasus suspek dan 23 terkonfirmasi sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026. Dalam laman resmi Kemenkes, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan bahwa meskipun varian Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) belum ditemukan di Indonesia, tren konfirmasi menunjukkan kenaikan signifikan, dari hanya 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025. Peningkatan angka ini disebut sebagai hasil dari penguatan sistem surveilans nasional dan kapasitas deteksi laboratorium yang semakin tajam dalam mengidentifikasi sebaran virus di berbagai wilayah, mulai dari DKI Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur.

Secara klinis, Hantavirus di Indonesia merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang bersifat "fenomena gunung es", di mana jumlah kasus yang terdeteksi jauh lebih kecil dibandingkan realitas di lapangan. Penyakit ini sudah ditemukan di Indonesia sejak era 1980-an dan dideteksi sebagai penyakit zoonosis yang bersumber dari tikus. Adapun tingkat infeksi pada populasi hewan tersebut mencapai 34% di beberapa wilayah di Tanah Air. 

Gejala awal infeksi sering kali menyerupai penyakit umum seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan, sehingga kerap memicu kesalahan diagnosis sebagai demam berdarah (DBD), tifoid, atau leptospirosis. Kondisi ini diperberat dengan data seroprevalensi yang menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 10 orang di kota besar di Indonesia sebenarnya pernah terpapar virus ini tanpa disadari.

Profil Hantavirus di Indonesia - (Kemenkes RI/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Profil Hantavirus di Indonesia - (Kemenkes RI/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Guna menekan risiko penularan, pemerintah telah memperkuat pengawasan di pintu masuk negara dan menyiapkan jaringan 198 rumah sakit rujukan serta fasilitas pemeriksaan berbasis PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS). Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di area dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, atau lokasi pascabanjir yang menjadi faktor risiko utama. Langkah preventif paling efektif adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan atau nyeri badan yang akut setelah kontak dengan lingkungan yang kotor.

Data Terkait

waspada-ancaman-fatal-hantavirus
Kesehatan

Waspada Ancaman Fatal Hantavirus

Dunia medis kini memberikan perhatian khusus pada perkembangan Hantavirus, kelompok virus zoonosis yang dibawa rodensia dan memiliki tingkat fatalitas tinggi.

1 hari yang lalu

wabah-hantavirus-di-kapal-pesiar-mv-hondius-tewaskan-3-penumpang
Kesehatan

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tewaskan 3 Penumpang

Wabah hantavirus menyerang MV Hondius yang membawa 147 orang, terdiri atas 88 penumpang dan 59 awak dari 23 negara. Hingga awal Mei 2026, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang.

2 hari yang lalu