Konsumsi Lebaran Jadi Penggerak Ekonomi RI Saat Harga Energi Melonjak

Kamis, 19 Maret 2026 | 14:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Konsumsi Lebaran Jadi Penggerak Ekonomi RI Saat Harga Energi Melonjak
Perkiraan Dampak Konsumsi Lebaran terhadap Ekonomi Indonesia

Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2026 di tengah tekanan global, khususnya lonjakan harga energi. Data Investing mencatat, pada Rabu (18/3) pukul 17.19 WIB, harga minyak mentah Brent mencapai US$ 103,32/barel, seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Meski tekanan eksternal meningkat, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi motor penggerak ekonomi domestik. Momentum Lebaran dinilai mampu mendorong pertumbuhan produk domestik bruto pada kuartal I-2026, didukung oleh peningkatan belanja masyarakat di berbagai sektor.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan konsumsi rumah tangga selama Lebaran 2026 meningkat sekitar 10-15%. Sementara itu, perputaran uang di sektor makanan dan minuman, pakaian, transportasi, serta pariwisata daerah diproyeksikan berada di kisaran Rp 148-160 triliun. Lebih lanjut, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai, aktivitas konsumsi tetap terjaga meskipun dibayangi kenaikan harga energi global.

Perkiraan Dampak Konsumsi Lebaran terhadap Ekonomi Indonesia - (CORE Indonesia & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)
Perkiraan Dampak Konsumsi Lebaran terhadap Ekonomi Indonesia - (CORE Indonesia & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI)

Selain itu, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperkirakan mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 50-70%, didukung tingkat okupansi hotel, vila, dan penginapan yang mencapai 80-90% selama periode Lebaran. Kementerian UMKM mencatat bahwa setiap pengeluaran pemudik di daerah memiliki efek pengganda sebesar 1,6 hingga 1,8 kali. Artinya, setiap Rp 1 triliun yang dibelanjakan dapat menghasilkan output ekonomi sebesar Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,8 triliun di daerah.

Dampak ini mendorong aktivitas di sektor transportasi, makanan dan minuman, pakaian, serta akomodasi dan pariwisata di berbagai daerah. Faktor pendorong juga datang dari berbagai stimulus pemerintah, penyaluran THR bagi PNS dan pegawai swasta, diskon transportasi dan belanja, serta bonus hari raya bagi pengemudi ojek online. Namun, CORE Indonesia mengingatkan bahwa tekanan harga energi dan kenaikan harga barang tetap menjadi faktor yang berpotensi menahan laju konsumsi lebih lanjut.

Data Terkait

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

4 jam yang lalu

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

3 hari yang lalu

sektor-pendidikan-iran-lumpuh-akibat-serangan-udara-amerika-serikat
Internasional

Sektor Pendidikan Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat

Dunia pendidikan di Iran mengalami kehancuran masif menyusul rangkaian serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

4 hari yang lalu

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

4 hari yang lalu

percepat-transisi-energi-bauran-ebt-nasional-capai-1575-di-2025
Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Bauran EBT Nasional Capai 15,75% di 2025

Konflik Iran-AS menyebabkan harga minyak mentah melambung dan mendorong krisis energi. Indonesia kemudian mempercepat transisi energi, adapun bauran EBT telah mencapai 15,75% pada 2025.

6 hari yang lalu

di-tengah-krisis-energi-global-ri-punya-potensi-ebt-hingga-3600-gw
Ekonomi

Di Tengah Krisis Energi Global, RI Punya Potensi EBT Hingga 3.600 GW

Konflik Iran-AS picu lonjakan harga minyak hingga US$ 100/barel. RI percepat transisi EBT dengan potensi energi besar, terutama surya yang mencapai 3.315 GW.

27 Mar 2026